NU Persinggungan Kolaborasi antara Ulama dan Intelektual.

Bagikan:

 

Logo Nahdlatul Ulama

Oleh: Drs. H. Jipridin, M.Si*

jurnalistiwa.co.id - Islam Nusantara bukan madzhab, bukan aliran tapi tipologi, mumayyizat, khashais. Islam yang santun, berbudaya, ramah, toleran, berakhlak dan berperadaban. (Dawuh Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA. Ketua Umum Tanfidziyah PBNU).

Landasan filosofis NU termasuk ranah pendidikan (Ponpes, Madrasah, Perguruan Tinggi) menjadi pelopor utama ajaran, gagasan dan gerakan Ahlussunnah wal jama'ah (Aswaja).

Ada 2 pendekatan makna dalam mendalami konteks Aswaja yaitu makna secara klasik dan makna secara kontemporer.

Dalam makna klasik, Aswaja mengikuti paham Imam Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang Teologi/Akidah, bermazhab Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i dan Imam Hanafi dalam bidang Fiqh, serta Imam Al-Ghazali dan Imam Junaid Al-Baghdadi dalam bidang Tasawuf.

Sementara dalam makna kontemporer, Aswaja berkarakter dinamis sesuai dengan irama zaman. Prinsip sebagai manhaj(metodologi) seperti Tawashut, I'tidal/Ta'addul, Tasamuh, Tawazun dan Amar ma'ruf Nahi munkar.

Bertitik tolak dari telaah istilah Nahdlatul Ulama(NU) secara etimologi, al-Nahdlah berarti kemampuan, kekuatan,  loncatan, terobosan dalam upaya memajukan masyarakat pada umumnya. Sedangkan secara epistemologi, al-Nahdlah yaitu mempertahankan budaya lama yang baik dan menerima budaya baru dengan melakukan rekonstruksi dan reformasi.

Pendek kata, bahwa NU merupakan kebangkitan dan gerakan yang dipelopori mayoritas ulama diikuti didalamnya intelektual nahdliyyin. Secara teknis, bahwa NU merupakan organisasi sosial keagamaan (jam'iyah diniyah) yang didirikan para ulama tradisional berpaham Aswaja pada tgl 31 Januari 1926.

Hari ini, NU dengan pengikut terbesar di Indonesia yang dihuni oleh berbagai latar belakang profesi di mulai kalangan ulama baik jebolan Perguruan Tinggi Islam ternama luar dan dalam negeri maupun juga alumni dari Ponpes produk asli  Indonesia. Belum lagi mereka alumni dari PerguruanTinggi umum dengan bidang keahlian yang bervariasi.

Demikian sekelumit tulisan untuk menggugah kita semua terutama peserta Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) diikuti segenap unsur Civitas Akademika UNU Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada 5-7 April 2021.

Betapa NU selalu hadir dengan peran yang tepat sesuai kebutuhan zamannya.


Pontianak, 5 April 2021.

*Warek SDM & Kemahasiswaan UNU Kal-Bar serta Wakil Katib Syuriah PWNU Kalbar

Bagikan:

OPINI

Komentar:

0 comments: