Wacana Impor Garam, SNNU Ketapang; Harusnya Potensi Laut Dimaksimalkan

Bagikan:

Foto: Ketua SNNU Ketapang Fathul Bari/Istimewa


Ketapang, jurnalistiwa.co.id - Ketua Serikat Nelayan Nahdatul Ulama (SNNU) Kabupaten Ketapang menolak wacana impor garam 3 juta ton yang akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

Ketua SNNU Ketapang, Fathul Bari mengatakan, potensi pengembangan garam di Indonesia sangat luas karena garis pantai yang dimiliki sangat panjang. Oleh karenanya, ia menyayangkan adanya rencana impor garam oleh Pemerintah Pusat.

“Saya menyayangkan dengan wacana pengimporan garam oleh pemerintah pusat. Harusnya, dengan potensi laut yang dimiliki bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri dan u
ntuk memenuhi kebutuhan garam bisa dilakukan dengan memaksimalkan potensi yang ada,” ungkapnya pada, Selasa (23/03/2021). 

Anggota DPRD Kabupaten Katapang ini menuturkan, bahwa optimalisasi dalam produksi bisa dilakukan dengan memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Fathul Bari mengakui, pendampingan dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya dalam pengelolaan.

“Harapannya juga didukung peralatan sehingga hasilnya dapat dimaksimalkan,” tuturnya.

SNNU Ketapang berjanji akan berusaha menjadi solusi bagi permasalahan ini.

"Maka dari itu perlu adanya kerja sama antara SNNU dan pemerintah. SNNU Ketapang siap melakukan pembinaan bagi kelompok-kelompok petani garam yang ada di kabupaten Ketapang," ujarnya.

sementara itu Ketua Serikat Nelayan NU Kalbar, Hasbullah menegaskan bahwa kehadiran SNNU di Kalbar cukup aktif, progresif, kreatif dan mampu berinovasi.

"Seperti masalah potensi garam ini, maka dari itu dengan Bismillah, jika dibutuhkan SNNU Kalbar siap menjadi mitra pemerintah dan masyarakat untuk menangani pengelolaan garam dan memberdayakan para petani garam di Kalbar,” tegasnya.

Melansir dari Pontianak Post, Ketua Umum Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Pusat, Witjaksono menyampaikan bahwa kunci swasembada garam itu ada pada para petani.

Ia pun meminta agar pemerintah serius memperhatikan para petani garam. Sebab petani yang bergerak pada sektor ini menjadi penopang utama dalam situasi krisis, ketika ekonomi mulai tumbuh.

“Saya sangat berharap pemerintah dapat turun langsung ke lapangan, mari bersama kita lihat kondisi petani garam, kami yakin sepenuhnya bahwa potensi garam petani di tanah air itu cukup berlimpah,” harapnya.

Jurnalizen: Cecep Parmadi
Editor: Sopian Lubis/Yusuf

Bagikan:

BERITA

BORNEO

KALBAR

NASIONAL

Komentar:

0 comments: