Penantian I Puisi Elin Tanama

Bagikan:

Ilustrasi/NET

Oleh : Elin Tanama*


Aku tak lagi menemukan rimba yang memelukku dengan hangat

Mereka-mereka yang datang tak memberiku pengampunan

Rindu, cinta


Apa yang lebih baik dari penuntasan penantianku

Pada subuh yang hampir pulang

Tanganku masih berpura-pura menjadi pereda duka-lara yang kau alirkan

Sajadah panjang banjir oleh harapan sekaligus keputusasaan


Adalah manusia yang kehilangan akal

Memaksa dan merayu-rayu Tuhan untuk menyampaikan tumpukan kecemburuanku

Pada langit, matahari, udara, purnama, bintang yang dapat menatapmu leluasa

Aku kalah


Lihatlah gadis yang sesenggukkan setiap malam

Mukenahnya dibiarkan basah oleh kesakitan yang ia ciptakan

Doa dan tidur adalah perayaan pertemuan

yang dilahirkan oleh jutaan kemungkinan

:batinnya menangis ketakutan

Ia morat-marit oleh penantian

:penantian


*Anggota KOSANA (Komunitas Sahabat Pena)

Bagikan:

PUISI

Komentar:

0 comments: