Bagus Pribadi: Jangan Takut, Radio Tidak Akan Pernah Ada Matinya

Bagikan:
Foto : Bagus saat siaran di salah satu Stasiun Radio Sintang


Sintang, JURNALISTIWA.CO.ID - Di tengah bulan Ramadhan dan juga bersamaan dengan menyebar luasnya pandemi virus corona di seluruh belahan dunia membuat kita resah, apalagi selama di buan suci Ramadhan.

Untuk mengurangi rasa jenuh  #dirumahaja Jurnalistiwa punya cerita menarik tentang perjalanan sesorang mulai dari ia tidak tahu apa-apa, menjadi sesorang yang mampu menyampaikan apa-apa kepada kita semua.

Oke langsung aja kita simak kisah berikut.

Bagus, adalah sapaan yang khas oleh teman-teman serta sebagai nama panggungnya dalam dunia penyiaran ataupun public speaking. Ia adalah anak dari pasangan Rohmad dan Teti Hayani.

Pria kelahiran Desa Nanga Labang Kecamatan kelam Permai Kabupaten Sintang ini memiliki pewatakan bak penyiar profesional. Mempunyai rambut klimis, pendek, lurus dan rapi merupakan favoritnya.

Gaya bicara yang sering menggunakan “aku dan saya” serta gaya penyiar radio dalam percakapannya seakan kita dibawa ke zaman 45 yang mana pada saat itu oleh para tokoh perjuangan yang juga aktif mengembangkan stasiun radio di zaman penjajahan Jepang. Abdulrahman Saleh adalah pemimpin umum RRI yang pertama pada saat itu.

Pria dengan nama lengkap Karunia Bagus Pribadi kelahiran 4 Januari tahun 1996 dengan jejang sekolah pada umumnya mampu mendedikasikan dirinya sebagai penyiar radio di berbagai stasiun radio ternama di Sintang dan juga di komunitas radio yang ada di Kabupaten Sintang.

“Sekolah saya dulu waktu SD tu di SDN 5 Nanga Lebang terus SMPnya saya di SMP Negeri 4 Kelam Permai, SMAnya saya menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Al-Ma'arif Sintang, untuk S1 saya menempuh dan belum selesai gitu ya di Universitas Kapuas Sintang, hehehe,” ungkapnya ketika ditanya tentang pendidikannya.

Namun, walaupun tidak bisa melanjutkan studinya, ia masih tetap melanjutkan hari-harinya untuk tetap On Air di berbagai stasiun radio untuk menyampaikan informasi kepada pendengar setianya.

Bagus menjadi penyiar radio belum lama sih, satu tahun lebih. Berawal dari Januari 2019 sampai sekarang, walaupun ia tidak aktif seperti satu tahun lalu, belakangan ini ia masih biasa siaran gitu di radio.

Jadi pertama, setahun itu Bagus Siaran di Radio Republik Indonesia Sintang dan saat ini ia biasa Siaran di Ramayana FM, biasa juga di radio komunitas Sintang yang pada intinya jiwa penyiar sudah melekat bagai belalu di pohon nangka.

Memiliki tujuan utama karena di awali rasa suka dan cinta dengan dunia penyiaran dan dunia broadcasting, dengan hati yang sangat mulia ia sangat ingin mengambil bagian dalam memajukan informasi.

“Dilapisi dengan keingan turut andil dalam mencerdaskan pendengar gitu ya kemudian berbagi informasi kepada pendengar, saya pikir tujuan utama saya menjadi penyiar radio itu rasa ingin berbagi informasi. Saya ingin menghibur masyarakat luas dengan siaran yang saya lakukan," jelasnya.

Diawali dengan kemenangan dalam ajang lomba baca berita tahun 2015-2016. Ya, Bagus pernah ikut lomba membaca berita dan alhamdulillah ia berhasil merebut kemenangan dengan hasil yang memuaskan yakni juara satu yang diadakan oleh RRI Sintang.

Hal inilah yang membuat Bagus semangat dan menjadi salah satu lomba yang tak pernah terlupakan baginya.

Setelah itu, masuklah ia sebagai penyiar di RRI Sintang pada tahun 2019.

“Ikut lomba baca berita dan alhamdulillah juara pertama jadi saya itu adalah satu lomba yang tidak pernah saya lupa gitu,” kenangnya.

Sebelum menjadi penyiar radio seperti saat ini Bagus dulunya itu suka dengerin radio gitu, jadi ia dengerin radio yang ada di Sintang kemudian ketika ia menjadi penyiar radio ia mendalami lagi ilmu radio.

Ia juga dengerin radio yang di luar gitu karena sekarang kan udah canggih, di manapun di seluruh dunia bisa kita dengarkan lewat aplikasi, jadi Bagus sering dengerin radio luar juga untuk ia belajar gimana sih cara mereka menyampaikan informasi dan juga ia sering-sering aja dengerin itu terus ia juga rajin membaca buku.

”Aalah satu pimpinan saya di RII mengatakan bahwa kalau kalian mau siaran kalian harus tahu apa yang ingin kalian sampaikan di dalam ruang siaran. Jadi bukan hanya siaran terus mengantarkan lagu, kirim-kirim salam, telepon, tapi juga bagaimana kalian di setiap siaran ada yang kalian sampaikan dan informasikan kepada masyarakat bahwa ini penting, gitu itu satunya ya,” kata Bagus.

Pria berambut klimis ini juga memiliki motivasi sebagai penyiar radio yakni ingin berbagi informasi kepada orang kemudian menghibur layaknya pelawak namun dibalik pita suara dan berbagi informasi juga kepada mereka itu motivasinya, ia juga memiliki sesosok orang yang sangat memotivasi dirinya ialah Bapak Taufik Hidayat.

Bapak Taufik Hidayat ini baginya sangat luar biasa di dunia penyiaran, ia salah satu penyiar di RRI Sintang.

“Penghargaan beliau banyak banget di dunia broadcasting juga reporter, jadi pernah buat karya karya karya karya dalam dunia penyiaran itu pernah menang di lokal maupun nasional. Luar biasa sih namanya Pak Taufik Hidayat itu beliau salah satu orang yang menjadi motivasi saya dalam bersiaran dan suaranya keren banget kalau siaran," jelas Bagus.

Di awali dengan kisah masa kecilnya yang suka ikut-ikutan, suatu hari dirumahnya ia tinggal bersama kakeknya yang sangat suka dengan siaran berita. kalau orang tua karena suka nonton berita membuat Bagus terpaksa juga nonton siaran berita, mau nggak mau kan.

Kalau anak kecil suka nonton kartun tapi karena Bagus sudah disuguhin dengan berita mau nggak mau nonton berita juga.

Disamping itu juga ada hal positif yang dirasakan Bagus saat nonton berita.

“Tadi saya lihat kok kayaknya orang-orang yang berbicara di depan TV kayaknya reporter dan presenter yang di TV itu kayaknya kok pintar gitu ya, jadi saya pikir saya pengen belajar di sana terus saya mulai pengen berkecimpung di dunia broadcasting,” Bagus menceritakan kisah kecilnya.

Jadi ini itu salah satu kisah Bagaimana ia bisa pengen jadi seorang penyiar radio.

Ketika ada kesempatan, Bagus tetap mendalami dunia broadcasting walaupun ia tidak tahu kapan akan wujudkan mimpinya menjadi penyiar radio. Tapi akhirnya ketika sudah belajar dan kini ada kesempatan.

Ketika ia menjadi seorang calon penyiar radio dan ini lolos menjadi penyiar radio itu lah hasil jerih payah Bagus mengejar impianya.

Bagus yang juga hobi makan ini memiliki besar harapan setelah mencapai impianya sebagai Penyiar radio yakni sebagai Presenter di media pertelevisian.

“Dari radio bisa saya pikir belum ada kesempatan ke televisi mudah-mudahan nanti kedepannya ada gitu karena belum ada aja kesempatan kalau ada ya hajar aja hehe,” harapnya.

Dengan harapan ini, ia juga memberikan banyak tips salah satunya adalah sering-sering dengerin radio, evaluasi gitu ya, sering dengar rekaman sendiri itu juga menjadi evaluasi jadi setiap habis siaran kita dengarkan.

“Bagaimana kualitas kita selama siaran terus mendengarkan radio-radio di luar sana untuk media pembelajaran kita, harus sering-sering baca informasi itu juga penting, ya itu tipsnya gitu ya,” jelasnya.

Suatu ketika pada saat Bagus siaran terdapat hal lucu, ia pernah lupa mematikan mixer selepas usai siaran secara otamatis mixer dan microphone masih tetap aktif, disitu ia berbicara santuy tanpa menghiraukan mixer yang dalam posisi hidup.

 “kalau main ke penyiaran juga harus pandai main mixer gitu ya, jadi di mana saat posisi mic nya off atau on gitu kita tahu, jadi waktu itu saya nggak sadar ternyata mixer itu masih on, tapi harusnya saya udah nggak ngomong lagi. Tapi saya ngomong dan saya nggak sadar kalau masih on, untung kita gak ngomong macam-macam,” ujarnya.

Remaja berumur 23 tahun berkat potensi di bidang penyiaran ini juga memiliki potensi yang sangat menjanjikan di bidang tarik suara dan sebagai Master Of Ceremony dalam ajang kegiatan-kegiatan kecil dan besar, baik dalam kota maupun luar kota.

Kemudian yang berkesan  di Pontianak waktu itu ia sempat jadi pembawa acada konser kebangsaan Radio Republik Indonesia

"Saya juga pernah membawa acara di ulang tahun Kejaksaan Negeri Provinsi waktu itu, malam ramah tamah juga kemudian pernah bawa acara kenegaraan di Pendopo Bupati Sintang dan pembawa acara Sintang Bersholawat bersama Syekh Abdul Qodir Assegaf. Itu sih yang paling berkesan di dunia penyiaran menurut saya,” paparnya.

Bagus pun merasa telah sukses di bidang broadcasting, ia juga beranggapan sukses dibidang ini adalah Bagaimana kita bisa dikenal oleh banyak orang. Ia mendapat kesempatan untuk bawa acara di konser kebangsaan dan bawa acara di acara pemerintahan, itu merupakan sesuatu yang sukses.

“Bagaimana orang tahu kita, ketika mendengar radio terus ketemu dengan kita kan jadi mereka tahu, oh ini yang siaran ya, ini yang ini ya, ketika orang tahu kita terus mereka suka dengan kita, menurut saya itu sukses menjadi seorang penyiar," ujarnya.

Sebagai akhir dari cerita Bagus Pribadi sebagai penyiar radio, ia memutuskan untuk tetap menjadi penyiar radio selamanya.

“Selama-lamanya begini sampai saya tua karena saya pikir udah cinta sekali dengan dunia penyiaran, menjadi seorang broadcaster, seorang penyiar radio saya pikir udah menjadi mudah menemukan passion saya gitu loh saya pikir sampai mati sampai saya tuh tua. Mungkin nanti suatu saat saya akan punya radio sendiri saya bisa siaran di radio saya sendiri itu mungkin. Sampai kapanpun saya akan cinta dengan profesi ini," tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwasanya radio ini tidak akan pernah hilang di makan zaman, melainkan radio ini akan terus berjalan bergandengan tangan dengan perkembangan zaman.

“Bagaimana peran radio di zaman ini tidak akan pernah mati, itu akan tetap ada dan akan tetap menjadi media yang akan terus digunakan oleh orang banyak seperti tadi saya bilang bahwa dia itu kan di kota-kota besar sangat berpengaruh, sangat masih dipakai dan menjadi media pemersatu bangsa,” sambungnya.

Bagus memberikan sedikit motivasi kepada kawan-kawan yang ingin menjadi penyiar radio untuk tetap semangat, perbanyak wawasan perbanyak relasi, itu penting juga kemudian Bagaimana kalian bisa tidak tertinggal di era zaman sekarang yang ingin menjadi penyiar radio karena saya pikir banyak sekali orang-orang hebat di luar sana menjadi seorang presenter.

“Jangan takut, radio tidak akan pernah ada matinya, tidak akan pernah ditinggal oleh siapapun, akan terus berkembang  juga, akan tetap memposisikan dirinya agar tidak tertingga. Di saat zaman sudah canggih radio kan lebih canggih nanti jadi tetap semangat dan tetap mencintai passion kalian, menjadi apa cita-cita kalian, menjadi seorang penyiar radio," tutupnya.


Reporter : Ahmad Pratama
Editor : Lukman Hakim
Bagikan:

ARTIKEL

BERITA

CERPEN

CORONA

COVID19

FEATURE

FOTO

NASIONAL

SINTANG

TOKOH

Komentar:

0 comments: