Duta Bahasa IKIP PGRI Pontianak Gelar Pementasan Monolog Perdna

Bagikan:
EKSPRESIF: Anisa Fitri Yusuf Memukau Para Penonton Akan Penampilannya. (Gambar: Istimewa) 

Pontianak, jurnalistiwa.co.id - Duta Bahasa IKIP PGRI Pontianak, Annisa Fitri Yusuf  menggelar pementasan monolog perdananya di Taman Budaya Pontianak Jalan Jendral Ahmad Yani, pada Jumat (31/01/2020).

Dalam pementasan monolog tersebut dihadiri kurang lebih 150 orang penonton, seniman-seniman kalbar,  Rektor serta dosen-dosen IKIP PGRI Pontianak.

Tujuan pementasan ini diadakan untuk uji materi menuju lomba tingkat nasional yang akan diadakan di Kota Solo tepatnya di Teater Arena Surakarta pada tanggal 10-13 Maret 2020 mendatang.

Monolog Balada Sumarah karya Tentrem Lestari yang dibawakan Annisa Fitri cukup sukses, ia begitu menjiwai karakter Sumarah sehingga membuat penonton terhipnotis dengan perannya sebagai Sumarah.

Salah seorang penonton, Nadia Andini mengatakan sangat terpesona akan penampilan Anisa Fitri.

"Wah… saya merinding saat adegan pembukaan ketika Sumarah berkata dewan hakim yang terhormat biarkan saya bicara jangan ditanya dan jangan dipotong! Apa lagi dengan ekspresi dan lighting yang mendukung," ujarnya.

Ia menambahkan dari kisah Balada Sumarah ini banyak pesan moral yang dapat diambil khusunya untuk perempuan-perempuan di Indonesia, agar jangan mudah memuntuskan segala sesuatu tanpa berpikir panjang terlebih dahulu sehingga tidak ada lagi Sumarah-Sumarah berikutnya yang merugikan dirinya sendiri.

Setelah pementasan Annisa Fitri Yusuf mengatakan ia kurang puas akan penampilannya tersebut, karena masih banyak kekurangan dan kesalahan.

"Saya masih belum puas dengan penampilan saya hari ini karena masih banyak kekuranagan, kostum yang kurang nyaman dikenakan dan ada sedikit kesalahan kata saat adengan pembukaan," ungkapnya.

Ia juga berharap pada pementasan besok akan lebih baik untuk menunjang penampilan.

"Saya berharap uji materi terakhir pada tanggal 1 februari 2020 besok lebih baik dari hari ini," tuturnya.

Jurnalizen: Iluminata Mayang M
Bagikan:

JURNALIZEN

PONTIANAK

Komentar:

0 comments: