Cara Mengatasi Amarah dalam Perspektif Islam

Bagikan:
Photo: Istimewa/Net
Oleh: Kurnia Purnama Sari*

jurnalistiwa.co.id - Marah adalah perubahan dalam diri yang dipengaruhi rasa emosi dan dendam, yang bisa membuat pelakunya tidak bisa mengendalikan diri dan melakukan perbuatan yang dapat merugikan baik diri sendiri maupun orang lain, oleh karena itu sebelum terjadi kemarahan maka perlu di lakukan pencegahan. Dari sudut pandang waktu, Islam islam mengobati amarah sebelum terjadi, saat terjadi, dan setelah terjadi. Dan dari sudut perbuatan marah di obati dengan pemikiran, pengobatan dan perkataan. Berikut beberapa cara mengedalian amarah menurut perspektif Islam.

Pertama, menahan amarah. Kita harus mampu menahan amarah karena jika tidak ada perlawanan dalam jiwa untuk melawan amarah Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam telah menjelaskan bahwa marah itu bagaikan api yang menyala dalam hati anak Adam yang nampak dalam perilaku (anggota badanya). 

Kedua jika kita sedang marah maka pengobatanya selnjutnya adalah suluki (perilaku) yang meliputi perubahan keadaan dari keadaan diam dan berwudhu, saat kita sedang marah kita harus berusaha diam karena jika kita berbica, takutnya kata-kata yang kita keluarkan dapat menyakiti hati orang lain. Dan kita di anjurkan berwudhu saat sedang marah  sebagaiman sabda Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam “Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud, no. 4784. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Ketiga yaitu berganti posisi, Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam bersabda “Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud, no. 4782. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Keempat, Membaca ta’awudz meminta perlindungan pada Allah dari godaan setan. Karena sumber marah adalah setan sehingga godaanya bisa diperuntuhkan jika kita meminta perlindungan pada Allah Subhanahu wa Taa alaa

Banyak kaidah dan prinsip yang berkenaan dengan marah serta menjelaskan agar manusi menjauhi marah  karena banyak dampak negatif yang akan ditimbulkan. Ada banyak kajian yang menunjukan bahwa marah itu mempunyai pengaruh terhadap peran perut dan usus dan juga peredaran darah dan hati sehingg dapat menyebabkan tekanan darah naik detak jantung cepat, luka pada lambung dan juga gangguan  pada pencernaan serta banyak menyebabkan penyakit lainya. Jadi kita sangat ditekankan untuk mengindari sifat marah sebelum hal tersebut merugikan diri kita.

Penulis Adalah Mahasiswa Jurusan PGMI IAIN Pontianak
Bagikan:

ARTIKEL

OPINI

Komentar:

0 comments: