Bahaya Limbah Tahu Bagi Masyarakat

Bagikan:

Photo: Istimewa/Net
Oleh: Susi Susanti*

jurnalistiwa.co.id - Tahu adalah makanan tradisional yang digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia karena selain harganya terjangkau kandungan gizi dalam tahu mampu memenuhi kebutuhan empat sehat lima sempurna, rasanya juga enak. Saat ini industri  tahu telah berkembang pesat dan menjadi salah satu industry rumah tangga yang tersebar luas baik di berbagai kota besar maupun pedesaan. Tidak heran jika saat ini kita dapat menemukan banyak sekali pabrik pembuatan tahu baik dalam bentuk usaha kecil maupun usaha menengah, dalam proses produksi industri tahu menghasilkan limbah padat dan cair.

Limbah cair tahu berasal dari proses pencucian, perebusan, pengepresan dan pencetakan tahu sehingga kuantitas limbah cair yang dihasilkan sangat tinggi dimana limbah cair tahu mengandung polutan organic, kadar BOD, dan COD yang cukup tinggi. Di dalam 100 gram tahu terdapat 7,8 garm protein, 4,6 gram lemak, dan 1,6 gram karbohidrat. Polutan organik yang cukup tinggi serta kadar BOD dan COD yang tiggi tersebut apabila terbuang langsung ke dalam air dapat mengakibatkan terganggunya kualitas air serta penurunan daya dukung  lingkungan.

Dampak dari pencemaran bahan organik limbah cair industri tahu adalah terciptanya kondisi anaerobik yang menghasilkan produk dekomposisi berupa ammonia, karbondioksida, asam asetat, hydrogen sulfide, dan metana yang sangat toksik bagi sebagian besar hewan air, dan akan menimbulkan gangguan terhadap keindahan yang berupa rasa tidak nyaman dan menimbulkan bau, perkembangan yang sangat pesat tersebut kemudian ternyata memberikan efek yang buruk bagi manusia, control yang hampir tidak pernah dilakukan terhadap pembuangan atau limbah industri telah mengakibatka  terjadinya pencemaran  yang sangat luas di seluruh dunia.

Limbah cair tahu dengan kondisi anaerobik bila dibiarkan akan berubah warna menjadi coklat dan akan mencemari sungai yang apabila digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari maka akan menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, penyakit gatal, kolera, radang usus dan penyakit  lainnya, khususnya berkaitan dengan air yang kotor dan sanitasi lingkungan yang tidak baik.

Pencemaran dan kerusakan lingkungan merupakan bahaya yang senantiasa mengancam kehidupaan dari waktu ke waktu, ekosistem dari suatu lingkungan dapat terganggu kelestarianya karena pencemaran dan perusakan lingkungan. Sedangkan dalam ekonomi islam yentu saja perbuatan industri yang menginginkan suatu keuntungan sebelah pihak dan merugikan orang lain adalah tindakan orang-orang yang zalim dan berdosa.

Penulis Adalah Mahasiswa Jurusan PGMI IAIN Pontianak 
Bagikan:

ARTIKEL

OPINI

Komentar:

0 comments: