NgoPas Rumah Millenial Bahas Pergerakan Millenial Menuju Generasi Emas

Bagikan:
Suasana Ngobrol Panas (NgoPas) Rumah Millenial
Pontianak, juranlistiwa.co.id - Rumah Milenial kembali melakukan kegiatan NgoPas (Ngobrol Panas) untuk terus mengawal kebijakan dalam berpikir dan berdiskusi.

Kegiatan NgoPas ini rutin diadakan diskusi setiap seminggu sekali. Rumah Millenial menjadi wadah untuk menggiring generasi millenial untuk terus berpartisipasi dan belajar bersama dalam rangka mencerdaskan anak bangsa. 

Kali ini tema yang diusung yaitu "Pergerakan Millenial Menuju Generasi Emas" dan dilaksanakan di Water Front Gg. Kamboja Pontianak, Senin (20/10/2019) malam.

Materi disampaikan oleh orator muda dari IAIN Pontianak, Rival Rivandi. Dihadiri oleh beberapa generasi millenial mahasiswa Universitas Tanjungpura dan IAIN Pontianak.

Rival mengatakan bahwa generasi millenial harus mempunyai peran untuk menggiring pemerintah mencerdaskan anak bangsa. Namun hal itu tidak cukup hanya sekadar cerita dan rencana. Perlu evaluasi dalam merencanakan sesuatu.

"Pemerintah sekarang perlu digiring untuk terus semangat dan terus tanpa henti," katanya.

Namun segala yang dilakukan, kata Rival juga tidak boleh terlepas dari doa dan menujatkan kepada Tuhan, agar semuanya bernilai ibadah. Bersifat jujur pula dalam mengemban amanah dan optimis untuk kedepannya lebih baik.

"Ada beberapa yang harus diperhatikan ketika menjadi pemerintah, pertama hadirkan Tuhan dalam segala hal. Kedua bersifat jujur dalam mengemban amanah. Ketiga Optimis dalam melaksanakan amanah dan harus mempunyai rasa cemburu," ujarnya.

Di kegiatan tersebut, Founder Rumah Millenial Pusat, M. Ali Fahmi menyebutkan bahwa membangun bangsa Indonesia ini seharusnya jangan terlalu ambisi untuk melakukan semuanya. Hal itu harus dikerjakan secara seksama dan bertahap untuk lebih siap kedepannya.

"Negara ini berdiri atas dasar perjuangan, maka untuk membangun bangsa harus bertahap. Karena segala sesuatu didapat tidak instan. Hal yang perlu diperhatikan bahwa mengemban amanah jangan ada kebohongan belaka. Pemerintah harus pandai-pandai melakukan bukan pintar-pintar melaksanakan," ujarnya.

Penulis: Ahmadi
Editor: Lukman
Bagikan:

PONTIANAK

Komentar:

0 comments: