Tolak Terapkan New Normal, PMII Kota Pontianak; Pemkot Harus Mengkaji Ulang

Bagikan:
Foto: Ketua PMII Cabang Kota Pontianak Fahrizal Amir

Pontianak, jurnalistiwa.co.id - Setelah melakukan pembatasan aktivitas akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan menerapkan New Normal.

Kebijakan ini mendapat sorotan dari Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Kota Pontianak.

Ketua Cabang PMII Kota Pontianak, Fahrizal Amir mengungkapkan bahwa sebelum menerapkan kebijakan new normal guna memulihkan ekonomi, pemerintah harus mengkaji ulang apa sudah benar-benar siap menjalankan protokol kesehatan sesuai standar.

 "Jangan sampai dengan adanya new normal ini malah muncul beberapa kasus lagi seperti di Korea Selatan yang mengalami peningkatan kasus covid-19 setelah diterapkannya kebijakan new normal," ungkapnya pada, Rabu (03/05/2020).

"Kota Pontianak tidak usah ikut-ikutan menjalankan new normal, sedangkan PSBB saja di kota Pontianak tidak ada kok malah mau memulai tatanan baru," imbuhnya.

Fahrizal menuturkan bahwa jika Kota Pontianak yang dikenal dengan kota seribu warkop menerapkan new normal, maka warkop akan dipenuhi oleh sebagian masyarakat yang memang kerap kali selalu berkunjung ke warung kopi.

"Ini akan menyebabkan kefatalan, selama ini pemerintah memerintahkan untuk selalu membatasi diri, tetapi karena kebijakan new normal ini usaha kita selama ini akan sia-sia," tuturnya.

Farizal mengaku kecewa atas penerapan new normal ini karena kasus covid-19 di Kota Pontianak sendiri masih belum teratasi secara maksimal.

"Ya kalau selama new normal nanti ini tidak ada penambahan kasus, kalau kasus yang positif terus bertambah? Apakah masyarakat tidak akan tambah ketakutan?" paparnya.

Farizal juga meminta agar sebaiknya pemerintah kota Pontianak berbekal dan lebih memahami qaidah dalam usul fiqh.

"Pemkot harusnya memahami sebuah qaidah yaitu Dar'ul mafashid muqaddimun ala jalbil mashalih yang artinya Menghindari kerusakan harus lebih diutamakan daripada meraih kebaikan," pungkasnya.

Reporter: Yusuf An-nasir
Editor: Yusuf An-nasir
Bagikan:

BERITA

PONTIANAK

Komentar:

0 comments: