Yang Fana Adalah Janji, Koruptor Abadi

Bagikan:
Ilustrasi/Net
Oleh : Muhardi Juliansyah

yang fana adalah janji, koruptor abadi
bahkan beranak-pinak menjadi koalisi
kebijakan diketok palu tanpa menghadirkan kebajikan
rakyat melarat, wakilnya bekerja dengan syarat

yang fana adalah janji, koruptor abadi
deal-dealan antara parlement dan birokrat melahirkan korporate
janji-janji politik dibuat untuk membesarkan dompet konglomerat
sedangkan dompet rakyat rada-rada jadi dompet umat

yang fana adalah janji-janji,  yang abadi tetap revisi undang-undang
yang ditulis oleh udang-udang agar batunya tak kemalingan
lalu meloncati nalar kemanusiaan.

Tuhan begitu bajik Kau memberi kehidupan, tapi mengapa hantu yang menguasai kekayaan?
Segeraaaaaa ketok palu, palu,,,,,palupalupalu lupa sampai mereka lupa untuk apa mereka di sana
Tuhan kau kalah tenar dari mereka yang duduk empuk di senayan
Tuhan engkau juga kalah kekuasaan dari mereka yang diboncengi sedan-sedan.

Yang fana adalah janji, koruptor abadi duhai pak sapardi.
Rakyat hanya menonton aturan-aturan yang memaksakan kerongkongan
Mau melawan mereka takut dihilangkan, mau menuntut? Lalu bui segera menjadi kamar seperjuangan.

 Yang fana adalah janji, koruptor abadi
Junior-junior terdoktrin untuk membela senior yang tempo hari ditetapkan sebagai koruptor
Organisasi hanya menjadi ladang untuk ditanami bibit koalisi yang nantinya akan ditunggangi.
Yang fana adalah kebajikan, kebijakan tanpa kebaikan abadi.
Memungut suara-suara, mendompleng koalisi, untuk investasi diakhir nanti.
Lalu puisi-puisi menjadi peluru, doa-doa menjadi senjata untuk membungkam para bedebah.

Yang fana adalah janji,  koruptor tetap abadi
 Akhirnya rakyat mati berdiri.
Bagikan:

PUISI

SASTRA

Komentar:

0 comments: