Semestinya Pancasila Terimplementasikan Secara Perilaku

Bagikan:

Oleh: Ardianus Ardi*

Keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ialah merupakan sifat atau nilai luhur yang terkandung dalam bangsa Indonesia kala itu. Nilai-nilai inilah yang digali oleh bapak bangsa dan diletakkan sebagai dasar falsafah negara yaitu Pancasila.

Pancasila digali oleh Soekarno melalui karakter asli bangsa yang ada didalamnya, Soekarno melihat dan memperhatikan dengan jelas karakter tiap-tiap rakyatnya. Mana kala itu karakter masyarakat Indonesia terkenal sopan santun, suka menolong, gotong-royong, bertuhan yang berkebudayaan, saling toleran dan mengembangkan serta mengedepankan musyawarah, mufakat.

Tentu itulah upaya dan usaha para founding father dalam menjaga dan merawat bangsa Indonesia. Tarik garis lurus kedepan, sudah 74 tahun Indonesia merdeka dan 20 tahun berlalu semangat reformasi diperjuangakan.

Dengan semakin bertambahnya umur Indonesia, semakin kabur karakter bangsa ini, hal-hal yang kedepankan kala itu seakan-akan makin terkikis habis. Karakter bangsa yang mulai lemah ditandai tumbuh berkembangnya sifat individualis, hedonistik, saling membenci satu sama lain, radikalisme, intoleransi dan pergeseran nilai-nilai luhur budaya yang semakin jauh dari identitas bangsanya sendiri.

Hal-hal seperti inilah menjadi tantangan dan hambatan bangsa Indonesia, tentu ini tanggung jawab seluruh rakyat dan anak bangsa serta pekerjaan besar bagi penguasa dan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Pancasila sebagai pedoman dalam berkehidupan, berbangsa dan bernegara yang memiliki arti cinta kasih, toleransi dan gotong royong sudah semestinya Pancasila terimplementasikan secara perilaku, para pejabat dan elit penguasa harus mencerminkan Pancasila semua harus diamalkan maka rakyat dibawa pun mengikuti. Cara-cara seperti inilah akan mencapai cita-cita para founding father dan cita-cita bersama.

*Kadiv Kaderisasi & Organisasi GMNI Komisariat Fisip Untan

Bagikan:

OPINI

Komentar:

0 comments: