Kita, Kemarin dan Kini

Bagikan:
Net
Oleh : Wiji Artining Tiyas

Kemarin aku belajar tentang cinta
Kini, aku belajar tentang mati
Kemarin orang – orang berlomba mengejar dunia
Kini, orang berkejar mengejar Rabb-Nya

Keluh hati yang sempat beriringan
Menghibur asa yang saat itu padam
Membaringkan rebah badan, pada sofa kursi pada lantai

Rumahku megah
Makan ku mewah
Hidupku santai
Tapi tak pernah lupa kewajiban

Selama asa masih ada
Cinta akan tumbuh bersama
Layak pohon bukan bunga

Kau lihat aku tumbuh
Dan aku lama sekali mati

Hingga saat asa pisahkan raga
Kita, kembali bersama

Bukan mudah untuk bangun mimpi
Tapi perlu cita tinggi
Berjuang sampai mati
Dengan tujuan bahagiakan kami
Bagikan:

PUISI

SASTRA

Komentar:

0 comments: