Hargai

Bagikan:
Negara ini begitu kompleks, tetapi masih kalah dengan kekompleksan masalahnya, salah satunya yang menimpa saudara sebangsa kita yang berada di pulau jawa, dengan lantang provokator menghunus rasisme kedalam lubuk matanya, bukankah rasisme harus diperangi bersama, sebab dapat meretakan keutuhan wilayah NKRI sendirI. Sebab kita bersaudara. Sebab itu jangan ada rasisme antara kita

Oleh: Muhardi Juliansyah

ci....cak, ci....cak, ci....cak di dinding
diam-diam merayap, datang seekor nyamuk
hap, ia dilahap
dinding-dinding di atap, diam-diam menatap
datang seekor rayap
hap, ia meratap
tatap.... tatap... menatap kancil datang mencegat
dan takada yang berani lewat
datang seekor rubah, hap monyet dilipat
monyet....monyettt.....monyettttttt
amis, hitam amat kelat
keluar kalian monyet
keluar dari batas wilayah kami

kami, dengan lantang dan paling suci
ribuan caci kuhunus sampai ke nadi
nyettttt...nyettt.... saudagar monyet
keluarlah nampakan tampangmu, maka kami nampakkan suatu kekejaman yang amat kejam dari pisau belati

dan orang-orang itu memendam kaca-kaca di mata, entah kapan ia tumpah ruah
bung, kami memang takseputihmu
kami juga taksebersihmu
kami takmemiliki harta yang banyak
kami juga tak seberdaya kalian
tapi bung, beta punyai hati dan mata yang cukup memandang luas arti persaudaraan
beta punya mace yang ikhlas beranak-pinakan beta dalam kondisi seperti ini
pace, beta punya pace yang selalu tersenyum walaupun takmendapat ikan saat melaut ini hari
beta juga bisa berubah bung, beta pandai melipatgandakan duka untuk kalian
beta memang taksempurna, setidaknya beta punya hati masih bersih dari kawat-kawat duri
jangan ada kata monyet atau apapun itu bung,
atau kami pergi dari pangkuan ibu pertiwi

Bagikan:

PUISI

SASTRA

Komentar:

0 comments: