Musyawarah Komisariat Fisip Meneropong Masa Depan GMNI

Bagikan:
Istimewa

Pontianak, jurnalistiwa.co.id -  Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Komisariat Fisip Cabang Kota Pontianak menggelar Musyawarah Komisariat (Muskom) 1 dengan tema " Meneropong Masa Depan Komisariat Fisip"  di Jalan Danau Sentarum, Pontianak, Sabtu (7/9/2019).

Ketua Pelaksana, Tustias mengatakan melalui muskom ini mewujudkan suatu gerakan baru di Fisip Untan, yaitu DPK GMNI Fisip.

“Komisariat ini diharapakn kelak tidak hanya sampai disini, selanjutnya dan selanjutnya terus ada sehingga ada kenangan-kenangan dari kepenggurusan pertama dan juga ia berterima kasih dengan teman-teman dari DPC, DPK IAIN dan dari DPK Fisip itu sendiri,” tukasnya.

Karena mau tidak mau, lanjut Tustias,  yang lima diperas menjadi tiga dan yang tiga diperas menjadi satu. Sehingga muncullah sebuah paham yang sangat dinamis, yang lebih dinamis dari kekeluargaan yaitu gotong royong dimana bukan dari DPC untuk DPK Fisip dan bukan DPK IAIN untuk DPK Fisip tapi GMNI untuk GMNI disinilah paham dinamis itu muncul.

Sehingga diharapkan kita tetap solid dalam pergerakan ini, pergerakan menuju cita-cita kita, cita-cita menuju revolusioner menjaga dan mengawal tetap tegaknya pancasila,” ujarnya.

Perwakilan pengurus cabang GMNI Kota Pontianak, Ulil, menuturkan, Muskom menjadikan kader GMNI sebagai sesuatu orang yang benar-benar berkomitmen untuk membangun kader-kader nasionalis, membangun mahasiswa akar rumput ini untuk tetap menjaga nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno, nilai nasionalisme, nilai pancasila, nilai berdikari, nilai triksakti yang telah dicetuskan/

 “Tahapan-tahapan yang telah dilalui mulai dari pengurusan kita ngopi, kita PPAB sampai hari ini kita dan seterus-seterunya telah menjadikan kita hari ini menjadi manusia yang beradab kepada tuhan dan beradab kepada sesama manusia,” jelasnya.

Ulil menambahkan, di GMNI tidak ada sekte-sekte, semuanya sama. GMNI adalah jalan tengah solusi bagi kita semua.

“Tidak jarang hari ini teman-teman kalau kita lihat ketika duduk bersama, beda agama, beda suku, mereka risih, tapi di GMNI tidak. GMNI adalah jalan tengah solusi bagi kita semua ketika kita bisa merokok bersama, duduk bersama, ngopi bersama saling tawa bahkan saling ejek-ejekan. Itu tidak terjadi bahkan jarang terjadi. Kalau kita melihat hari ini banyak sekte-sekte yang dibangun dan terkristal pada diri mahasiswa itu sendiri,” tambahnya.

Cita-cita dibangunnya komisariat Fisip adalah bagaimana mahasiswa-mahasiswa ini dimulai, bersama-sama bergerak, sifatnya gotong royong dimanapun diadakan, kapan pun bisa dilakukan.

“Ayo kita bergerak tidak ada yang lebih tinggi tidak ada lebih rendah, ada yang salah kita musyawarah, ada yang kurang ini kita duduk bersama, cita-cita itulah yang harus kita terus kembangkan bagaimana kader-kader GMNI kedepanya. Setelah kita selesai dari bangku kuliah kita dapat melihat, menanamkan dan kita dapat serta meraskan kedepanya bahwa kader-kader GMNI ini di kota Pontianak telah menjadi kader-kader yang revolusioner,” lanjut Ulil.

Ulil mengungkapkan bahwa banyak oknum-oknum yang mengatasnamakan mahasiswa berkedokan agama, agama apa pun itu, tapi bisa dilihat juga kepentinganya disitu. mengatas namakan suku, mengatasnamakan pemuda dan mengatasnamakan seterus-seterunya, tapi ternyata banyak kepentingan-kepentingan disitu.

“Aku agama Islam, ada juga bung agama Katolik, ada yang Kristen, ada yang suku Madura, ada yang suku Betawi, ada yang suku Dayak, ada yang suku Melayu, ada yang suku Bugis, jadi kita bersama-sama duduk disini tidak ada skeptis bahasanya,” ujar kader GMNI dari IAIN ini.

Ulil berharap kedepan dengan diadakanya Musyawarah Komisariat dengan proses dinamika dan seleksi alam.

“GMNI akan menjadi kapal tangguh, kapal tua yang berlayar di samudera luas hari ini kita tarik jangkar itu ,sama-sama kita tarik jangkar itu dari dasar laut agar kapal itu bergerak tidak bisa jangkar itu tetap di dasar laut. GMNI tetap menjadi organisasi kepemudaaan mahasiswa yang progresif, revolusioner dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat disegala kepentingan,” harapnya.

Ketua Terpilih Komisariat Fisip, Gregorius Kabuta mengatakan, dengan terbentuknya DPK Komisariat Fisip ini sebagai landasan awal untuk mengobarkan lagi Api-Api Semangat Nasionalisme Ke jiwa jiwa mahasiswa Fisip Universitas Tanjungpura dengan lebih mencintai pancasila sebagai ideologi Negara.

“Dengan berasaskan paham ajaran soekarno yang dimana kita sebagai mahasiswa-mahasiswi Pejuang Pemikir - Pemikir Pejuang,” tegasnya.

Tidak hanya itu sebagai ketua terpilih ia juga mengajak kepada seluruh rekan- rekan mahasiswa-mahasiswa yang masih aktif didunia perkuliahan di Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik untuk bergabung bersama ke GMNI karna jelas GMNI Berjuang untuk Rakyat dan GMNI Berjuang Bersama Rakyat.

Penulis: Ardi
Editor: Lukman
Bagikan:

PONTIANAK

Komentar:

0 comments:

close