Catatan Hati Seorang Kabut

Bagikan:

Oleh: Lukmanul Hakim

Namaku kau sebut sebut
padahal aku hanya kabut
aku datang karena diundang, lalu kenapa aku kauhinakan?
aku tak pernah mau menutup hari-harimu
tapi apalah dayaku
aku hanya kabut.
Aku bukan tikus berjas di gedung sejuk yang bikin mata mengantuk
sehingga tak melihat kau yang terbatuk saat menghirup.
aku memang kabut
hadirku hanya membuatmu tutup hidung dan mulut
padahal jika kau mau, kau bisa saja mengusirku tanpa takut
gunakan tangan mereka yang kemarin itu kau pilih dengan tanganmu
kenapa kau tak mau?
kau bilang paru-parumu sesak
tapi sama sekali kau tak bergerak
mebiarkan mereka duduk di singgasananya manis dan bau amis.
Lalu kau anggap aku hantu
padahal aku kabut
hantu-hantu di gedung tinggi besar itu malah kau anggap raja
padahal datang hanya meminta kau menusuk gambar wajahnya
Jadi siapa yang hina? aku atau mereka?
aku ini kabut
aku tak mau bersahabat denganmu
bersahabtlah kau dengan angin segar dan langit biru
segeralah usir aku
jika kau tak mampu, maka aku yang akan mengusirmu

salam sesak, kabut
Bagikan:

PUISI

SASTRA

Komentar:

0 comments: