5 Hal Ini Akan Menyelamatkan Kita Dari Api Neraka

Bagikan:
KH. Husnan

JURNALISTIWA.CO.ID - Sedikitnya ada 5 hal yang dapat menyelamatkan manusia dari api neraka.

Kelima hal tersebut disampaikan KH. Husnan dalam khutbah usai sholat Idul Fitri di Masjid Ushihah Alattakwa, yang berada di Kompleks Pondok Pesantren Nurul Alamiyah, Jalan Simpang Empat Desa Wajok Hilir.

KH. Husnan yang juga sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Alamiyah menyampaikan 5 hal tersebut yaitu:

1. Salat Lima Waktu 
Salat  lima waktu adalah salat yang dikerjakan pada waktu tertentu, sebanyak lima kali sehari. Salat ini hukumnya fardhu 'ain (wajib), yakni wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah menginjak usia dewasa (pubertas), kecuali berhalangan karena sebab tertentu.

Salat lima waktu merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Allah menurunkan perintah salat lima waktu ini ketika peristiwa Isra' Mi'raj.
Dengan Tujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

2. Puasa Wajib atau Ramadhan
Puasa Ramadan merupakan puasa yang dilaksanakan pada bulan Ramadan yang jumlah harinya antara 29 dan 30 hari dalam puasa . Menurut ajaran Islam dalam puasadi bulan Ramadhan dapat kita menghapus kesalahan atau terampuni dosa yang telah diperbuat selama ini. Namun harus dengan kekuatan iman dan mengharapkan pahala dari ridha Allah SWT. Puasa pada bulan Ramadhan merupakan pelaksanaan dari rukun Islam yang keempat dalam ajaran Islam.

Menurut ajaran Islam puasa pada bulan Ramadhan merupakan puasa yang wajib dilaksanakan selama 1 bulan penuh rahmat. Sehingga jika dengan sengaja tidak melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan maka seseorang tersebut akan berdosa sesuai dengan Firman Allah dalam Qur'an Surah Al-Baqarah [2]:183 dan 184 yang berbunyi:

"Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa atas kamu sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelium kamu, agar kamu sebagai orang yang bertaqwa".

Dikatan demikian karena dalam ibadah Puasa Ramadhan mengandung hikmah menyucikan tubuh dan mempersempit jalan-jalan syaithan (Setan). Maksudnya agar umat islam terhidar dari setan  yang membisikan kepada manusia untuk berbuat maksiyat dan ingkar kepada perinatah Allah SWT

3. Seorang Istri Jangan Durhaka kepada Suaminya
Saat ini banyak istri-istri yang dikit-dikit teriak, maki-maki suami, karena alasan ekonomi dan lain lain. Di dalam agama Islam sudah diajarkan dan disampaikan bahwa seorang istri tidak boleh melawan suami nya, Harus lemah lembut seperti istri-istri Nabi Muhammad SAW yang selalu patuh terhadap Kanjeng Nabi, Jangan hanya persoalan Ekonomi, anak-anak dan lain sebagainya istri malah melawan suami.

Dan  Seorang suami yang harus benar-benar menjadi imam untuk istri atau keluarga nya. Membimbing kejalan yang sesuai dengan perintah agama Allah. Memberikan nafkah yang halal, menjadi panutan untuk keluarga nya, jika ada persoalan dalam keluarga suami harus bijaksana dan tegas dalam mengambil keputusan, tetapi keputusan yang sesuai dengan ajaran Agama Islam.

4. Seorang Anak Tidak Durhaka pada Kedua Orang Tuanya
Anak adalah titipan dari Allah sebagai penerus keluarga. Tidak boleh membentak kedua orang tua,tidak boleh melawan apa kata orang tua sekalipun kedua orang tua kita berkata kasar kepada kita. Apalagi sampai kedua orang tua atau salah satu orang tua kita menangis karena perbuatan yang tidak baik dari kita sebagai anak, kita dilahirkan dari kedunia dari rahim seorang ibu, Rhido ibu kepada anak adalah Ridho Allah dan kita tidak lepas dari seorang bapak yang telah membesarkan dan memberikan nafkah kita.

Sayangi dan cintai kedua orang tua kita. Agar kita sebagai anak menjadi anak yang Sholeh, anak yang sesuai dengan ajaran-ajaran agama Islam.

5. Orang Tua Sebagai Pendidik dan Pembimbing dalam Ajaran Agama Islam
Kedua orang tua wajib memberikan ajaran-ajaran agama Allah kepada anak. Sebagai orang yang beragama Islam, alangkah baiknya kita menjadi panutan baik akhlak ataupun perilaku kita untuk anak-anak kita dan menjadi pembimbing untuk anak-anak kita, pembimbing yang mengajarkan anak dengan ilmu agama Islam.

Jika kita sebagai orang tua tidak mempunyai ilmu agama yang mumpuni, kita sebagai orang tua wajib menyekolahkan nya kelembaga pendidikan agama. Kenapa demikian, agar anak-anak kita tidak melakukan tindakan dan perilaku menyimpang dari ajaran agama Islam dan juga mempunyai akhlak yang baik.

Kelima hal diatas bisa kita jadikan sebuah amalan dalam setiap ibadah dan juga dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai Ummat Islam. (Muhammad Hotip)
Bagikan:

ARTIKEL

MEMPAWAH

Komentar:

0 comments:

close