Ramadan: Cinta yang Tak Pernah Lama

Bagikan:
Ilustrasi/Net.
Oleh: Sugeng Rohadi*

Ibarat cinta
Hadir memberi makna
Berkoneksi rasa dengan jiwa-jiwa
Begitulah ramadan, cinta yang tak pernah lama

Menantinya selalu istimewa
Menyambutnya membasuh jiwa dan raga
Menemuinya keberkahan bagi usia
Ditinggalkannya berderai air mata

Hai, cinta penuh pahala
Setiap lekukmu adalah gelora
Setiap gerakmu adalah cahaya
Dan setiap katamu adalah asmara

Hai, cinta penghapus neraka
Senyummu, peredam dosa-dosa
Tawamu, penghibur jiwa yang lara
Dan tangismu, kealpaan tak terkira

Saat raga mulai menua
Ingin berjumpa denganmu yang tetap muda
Ingin kembali memeluk saat kau tiada
Ingin bercanda saat nanti kau kembali tiba

Karena tiada,
Akhirnya aku menunggumu cukup lama
Rindu bersanding seperti pertama jumpa
Semeja, saat pertama saling bertatap manja

Kukenal kau sebagai cinta
Kukenal kau sebagai jiwa
Kukenal kau sebagai tanda
Agar aku selalu merindukanmu tiba

* Penulis Sastramadhan 2019 Asal Sanggau
Bagikan:

PUISI

SASTRA

Komentar:

0 comments:

close