Komunitas Perahu Edukasi Ketapang Sampaikan Imbauan Pasca Pemilu 2019

Bagikan:


Ketapang, jurnalistiwa.co.id- Ketua Umum Komunitas Perahu Edukasi Ketapang Fachrur Rizal mengimbau serta mengajak kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat khususnya Ketapang agar dalam penantian hasil perhitungan suara pada pemilu 17 April 2019 yang lalu untuk tetap tenang dan menjaga ketertiban serta keamanan masyarakat meskipun berbagai lembaga survei memprediksi salah satu paslon pada pilpres unggul. Ia juga meminta hasil hitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) lah yang patut untuk ditunggu dan menjadi acuan utama.

“Kita patut merasa bangga dan bersyukur, mengingat Pemilu 2019 yang telah kita gelar kemarin ini sangat begitu rumit dalam pelaksanaannya namun berjalan dengan lancar dan kondusif, diselenggarakan di 810.329 TPS dengan tingkat partisipasi hampir 81% dari jumlah 190.779.969 warga pemilik hak pilih,”ungkapnya, Selasa (23/4/2019).

Kamudian tak lupa juga kita sampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Penyelenggara Pemilu 2019, KPU dan Bawaslu dari tingkat Pusat sampai pada Kelurahan dan Desa, bahwa dalam pelaksanaan pesta demokrasi ini berjalan dengan lancar serta tertib. Terlebih lagi kepada aparat Polri dan TNI yang telah menjamin serta menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran proses pelaksanaan pemilu 2019 ini dengan baik. Hal ini tentu sebuah capaian prestasi yang sangat baik kepada seluruh Pemerintah, Aparat serta Masyarakat atas terselenggaranya Pemilu ini dengan baik.

Fachrur Rizal mengatakan, setelah berlangsungnya proses pemilihan umum baik itu pilpres maupun pileg, maka Ia juga menyampaikan beberapa himbauan kepada masyarakat untuk diperhatikan dalam masa tunggu hasil pemilu ini.

Pertama, Ia mengimbau agar seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan selalu berusaha menjaga ukhuwah dan tali persaudaraan yang ada.

"Dan tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa," katanya melalui keterangan tertulisnya via whatsapp yang diterima Tribunnews Pontianak pasca pemungutan suara 17 April kemarin.

Kedua,  meskipun sudah ada lembaga-lembaga survey tertentu yang melakukan proses perhitungan cepat (QC) Ia juga mengharapkan agar masyarakat tidak terancing dan tidak menjadikan hasil quick count dan juga hasil perhitungan dari masing-masing tim sukses, sebagai dasar untuk menyatakan serta melegitimasi pihak mana yang menang dan yang kalah.

"Namun yang harus dijadikan sebagai dasar dan acuan utama dari hasil pemilu ini adalah hasil penghitungan resmi dari KPU," katanya

Ketiga, Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memberikan waktu dan kesempatan kepada KPU agar bisa berkerja dengan tenang, sehingga memungkinkan KPU dapat menghitung suara dengan baik dan bisa dipertanggung jawabkan.

Keempat, Ia mengharapkan KPU agar bekerja secara profesional, jujur, adil, transparan, dan accountable, sehingga masyarakat bisa menerima hasil pemilu ini dengan ikhlas dan legowo.

Kelima, bila setelah KPU mengumumkan hasil perhitungannya lalu kemudian ada yang keberatan dan tidak menerima atas hasil tersebut, maka Komunitas Perahu Edukasi Ketapang mengimbau agar persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur hukum. Dengan mengajukan gugatan sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang ada.

Fachrur Rizal berharap, semoga dengan berakhirnya pesta demokrasi pemilu 2019 kemarin ini dapat kita ambil bersama pelajaran-pelajaran yang akan membuat kita sadar bahwa pemilu ini adalah suatu ritualitas yang menjadikan hubungan persaudaraan kita semakin erat antar sesama bukan malah membuat keretatakan dan kahancuran dalam persaudaraan kita sesama muslim, sebangsa dan setanah air.

"Mari kita doakan kepada pemimpin yang nantinya terpilih agar menjadi pemimpin yang diridhoi oleh Allah SWT dengan terus selalu diberikan kesehatan, kelancaran serta kemudahan dalam memimpin Bangsa yang kita cintai ini. Penuh tanggung jawab, amanah, dan menjadikan kepentingan rakyat, umat dan bangsa ini diatas kepentingan segala-galanya. Sehingga harapan yang kita dambakan adalah terbentuknya negara yang Baldatun Thaiybatun Wa Rabbun Ghafur," pungkasnya.

(Fahri/Adi)
Bagikan:

KETAPANG

Komentar:

0 comments:

close