Segaris Persemayaman

Bagikan:
Ilustrasi/Net
Oleh: Ulfah Nur Azizah*

Bangkitku merekah pada sejerat temali manusia
Ketika kau dan aku terjerumus pada sebuah gravitasi yang sama
Bilurmu perlahan merebah secara gemulai di ragaku
Tanpa terasa, melodi menempa kenyataan
kalau sebuah medan mengelilingi kisah kita
Kau kembali,
Mengubah serangsang dendrit pada sinapsisku
Hingga mereka menampar kelalaianku ketika kita menampakkan diri
Rintih pelukmu melemahkan kerasku
Laksana uap, melodimu mengembun lemah lembut
Saat langkah memijak seraya berdeham,
cahaya dan suara berpadu menggelombang sunyi pada keterbatasan
Lalu kesadaran pada kefanaan ini lalai
Membuyarkanku di titik terang jeratan kisah kita
Dunia ini berjoget,
Merancakkan irama hening dalam peleburan jiwa kita
Seketika, putaran mereka beranjak pergi
Cahaya merebah,
meninggalkan secuil keinginan agar kita kembali
Meski gelap kembali menertawakan kisah kau dan aku
Gemintang beriringan,
menunjukkan genggamannya pada mataku
Ketika karsamu meromakan peleburan pikiran kefanaan kita,
jiwaku melayang seraya bersatu di bawah sadarmu
Seketika,
Waktu beralih pada dimensi kisah asmara sepasang manusia
Seperti kita


*Siswa SMAN 1 Purworejo
Bagikan:

PUISI

SASTRA

Komentar:

0 comments:

close