Riwayat Rasa

Bagikan:
Ilustrasi/Net
Oleh: Febri Kiswanto*

            Mimpi menapak, membangunkan tidur dengan geram
            menaburi ruangan yang kelompang nyata
                        menunggu pagi yang mulai mengantri
menanti sinar yang membuat senyum melebar
senantiasa kau rajut, sulam, dan tebar
kini cintaku semakin berkecambah
            mengeras tak berduri pada pohon yang berkaki
kuingin bertemu lagi pada hujan yang penuh kenangan 
            memalit ruang penuh rasa
                        mencengkram harapan penuh tenaga
tanpa berpamitan ia bersalaman pada kenyataan
perlahan ia sinari dengan secangkir lilin
            kemudian dihidupkan dengan segenggam api
            yang menyala penuh rona


*Mahasiswa Univeresitas Muhammadiyah Kotabumi (UMK)
Bagikan:

PUISI

SASTRA

Komentar:

0 comments:

close