PC PMII Kota Pontianak Adakan Rapat Koordinasi

Bagikan:

Rapat koordinasi PMII Cabang Kota Pontianak.
Foto: Fahrul

Pontianak, Jurnalistiwa.co.id - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kota Pontianak adakan rapat koordinasi dengan seluruh Pengurus Komisariat dan Pengurus Rayon se-Kota Pontianak yang  dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang Kalimantan Barat yang bertempat di Gedung PWNU Jalan Veteran, Pontianak, Senin (25/03/2019).


Ketua Umum PMII PC Kota Pontianak, Fahrizal Amir menyampaikan bahwa kader-kader PMII harus memahami cara bergerak agar PMII tidak dipandang sebelah mata.


“Sebagai kader-kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia harus mempunyai tiga potensi diri yang pertama formal, yang kedua non formal, dan yang ketiga informal. Dengan memiliki pendekatan antar pribadi. Kader harus bisa memahami cara bergerak mulai dari rayon dan komsat. Nilai kegiatan dari beberapa aspek yang bisa membawa PMII mempunyai pergerakan, sehingga kegiatan PMII bisa menjadi di pandang oleh orang atau OKP lain,” ungkapnya.


Fahrizal Amir juga berpesan agar seluruh kader PMII tidak mengabaikan tugas utamanya yaitu kuliah dan mensupport semua kegiatan yang diselenggarakan baik oleh rayon, komsat maupun cabang.


“Bergerak dan berkometmen dimanapun kita berada jika ingin membawa PMII lebih besar lagi, harus bisa saling mendorong satu sama lain, tidak ada lagi yang namanya perpecahan, semua kegiatan yang dikerjakan jangan sampai lupa dengan kuliah, karena pendidikan harus juga di utamakan sebagai mahasiswa, meskipun sibuk dengan berPMII, Support semua kegiatan yang ada di rayon, komsat dan cabang dan harus di dukung sepenuhnya,” pesannya.


“Kuasai media, sehingga kegiatan yang ada di rayon, komsat, dan PKC bisa di pandang atau di nilai oleh orang, karena media adalah kunci utama untuk menyampaikan informasi kepada khalayak umum, Sebagai kader harus bergerak dari berbagai aspek, sehingga bisa menilai pergerakan PMII sejauh mana,” tutupnya. (Ysf)
Bagikan:

BERITA

PONTIANAK

Komentar:

0 comments:

close