Lihat Iklan

Suami Bacok Istri di Pontianak

Bagikan:
IN, korban bacok oleh suaminya. Foto: Lukman/Jurnalistiwa
Pontianak, jurnalistiwa.co.id - Sungguh malang,  IN (17) mengalami luka bacok yang dilakukan oleh suaminya sendiri, AS (20), di  Jalan Ahmad Dahlan, Gang Baiduri, Pontianak, pada Sabtu (26/1/2019) malam.

Saat ditemui, wanita ini membenarkan apa yang telah dilakukan suaminya tersebut. IN menceritakan, pada Rabu (23/1/2019) pagi, AS juga melakukan kekerasan terhadapnya di tempat kerjanya di Jalan Pal 5, Sungai Jawi Pontianak.

“Sejak hari Rabu melaporkan dia, yang telah melakukan KDRT, dari sebelumnya seperti itu sikapnya. Saya itu lagi di tempat kerja, dipukul bagian belakang kepala, sebanyak satu kali,” ujarnya.

IN mengatakan, di lokasi kejadian ada dua orang driver ojek online dan pemilik warung.

“Driver ojek online masih diam saat saya dipukul, tidak lama kemudian yang punya warung datang terus memarahi dia karena buat ribut”.

“Dia (pelaku) mau membawa saya pulang, tapi saya tidak mau, karena merasa saya dipukul, kemudian saya lari, karena dia mengejar saya.  Driver ojek online melerai, langsung dipukul oleh dia (Pelaku), pecah di bibirnya,” bebernya.

IN mengatakan, Pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian. 

“Dia sempat chat saya, mau minta maaf, mau balikan sama saya lagi. Saya mengira malam ini, tidak ada dia, rupanya dia menunggu di Gang saya (Gang Baiduri), Gang rumah saya,” ujarnya.

“Pas saya balek (pulang), saya tidak tahu ada dia, rupanya dia narik saya, saya minta tolong kepada tante, tante yang membonceng, saya terjatuh dan meminta tolong, orang sekitar tidak berani menangkap dia”. 

“Saya yang ditariknya, terus dia mau membawa saya, dan mengeluarkan pisau kecil di dompetnya, langsung menusuk saya, tak lama om saya datang, semua orang tidak berani menangkap dia. Om saya juga ditusuknya”.

IN mengalami luka di paha kiri, dan omnya luka di atas lutut kanan. Pelaku melarikan diri dan dalam tahap pencarian. Korban pun dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan. 

AS, pelaku pembacokan istri
Kerap Kali Pukuli Istri dan Meminta Uang 40 Ribu Tiap Hari

Kepada jurnalistiwa.co.id, IN mengungkapkan, keseharian pelaku tidak memiliki pekerjaan, minta makan dan uang kepada dirinya.

“Dia (Pelaku) di pagi hari minta makan yang enak, sate, pecal, harus ada, saya harus ada uang 40 ribu perhari. Kalau tidak ada uang 40 ribu, saya dianiaya. Makan malam juga begitu, minta nasi goreng, ayam goreng,” ungkapnya. 

IN menyebutkan usia pernikahannya dan AS hampir tiga tahun, dalam menjalani hubungan rumah tangga, sang istri kerap kali mendapatkan perlakuan kasar oleh suami.

“Saya memiliki dua anak, anak pertama jenis kelamin perempuan meninggal dalam kandungan usia 6 bulan, karena dipukul oleh dia. Anak saya yang pertama diterajang, 3 hari kemudian meninggal. Setahun kemudian saya punya anak lagi, perempuan juga,” tutur IN dengan meneteskan air mata mengenang mendiang anak pertamanya. 

“Saya dulu pernah lapor. Saya diancam dia, mau tidak mau saya balikan lagi. Saya diancam mau dibunuh kalau saya tidak menemuinya,” terangnya. 

“Saya berharap pelaku segera tertangkap dan mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Saya tidak terima dia bebas,” harap korban.

Penulis: Adi
Editor: Sukardi
Bagikan:

HUKUM KRIMINAL

PERISTIWA

PONTIANAK

Komentar:

0 comments:

close