Lihat Iklan

Sering Dikira Ketombe, Ketahui Penyebab Kulit Kepala Kotor dan Gatal

Bagikan:

Ilustrasi rambut gatal/net
JURNALISTIWA.CO.ID- Ketombe membuat penampilan seseorang jadi terkesan tidak bersih. Dilansir dari The Zoe Report, Selasa (8/1/2019), sebanyak 50 persen orang dikatakan berurusan dengan ketombe di beberapa titik. Tapi, tahukah Anda kalau kulit kepala gatal dan kotor memiliki sebab yang berbeda?
"Ketombe adalah kondisi umum yang dialami semua orang di tingkat yang berbeda,” kata Sophia Emmanuel, seorang ahli trikologi bersertifikat.
Dia menjelaskan bahwa ketombe adalah hasil dari proses alami yang disebut keratinisasi. Yakni ketika sel-sel baru berkembang dan sel-sel kulit tua di permukaan kulit kepala mulai luruh.
Tetapi faktor gaya hidup dan genetik dapat mengganggu proses peluruhan sel kulit mati. Sehingga menyebabkan penumpukan dan pengelupasan yang terlihat banyak.
Tapi, kulit kepala gatal dan kotor bukan berarti jenis ketombe yang disebabkan penumpukan sel mati. Menurut Sophia, ada lima penyebab utama rambut gatal seperti ketombe. Apa saja?
1. Penumpukan Produk
"Seringkali, serpihan ini bukan ketombe tetapi hanya penumpukan dari produk-produk yang memiliki bahan-bahan yang terkelupas pada rambut," kata Sophia Emmanuel, ahli trikologi. Jenis 'ketombe' ini adalah yang paling mudah diobati.
"Produk rambut umum yang menyebabkan serpihan adalah produk dengan efek penahan seperti gel, semprotan, dan mouse," kata Emmanuel. Cukup keramas dengan sampo dan menghentikan penggunaan produk yang menyebabkan penumpukan pada kulit kepala.
2. Kulit Kepala Kering
Kulit kepala yang kering juga dapat menyebabkan serpihan kotor seperti ketombe. "Kulit kepala yang kering dapat terlihat seperti ketombe," kata Sophia Emmanuel, ahli trikologi.
Dalam hal ini, kelebihan kulit kering menyebabkan pengelupasan dan membuat kulit kepala terasa kencang dan gatal. Masalah ketombe ini lebih sering terjadi pada musim dingin.
Direkomendasikan untuk berfokus pada bahan-bahan penenang kulit kepala yang memiliki sifat anti-inflamasi, seperti lavender, tea tree, peppermint, dan mentol.
3. Kulit Kepala Berminyak
Jika penumpukan pada kulit kepala lebih tebal dan berminyak, bisa jadi Anda memiliki kelebihan sebum.  Ini bisa terjadi ketika pH kulit kepala tidak seimbang dan dapat disertai dengan ketombe.
"Kulit kepala kita menjadi berminyak ketika kelenjar minyak sebaceous mengeluarkan terlalu banyak sebum," kata Sophia Emmanel, ahli trikologi. Ini bisa terjadi ketika pH kulit kepala tidak seimbang dan dapat disertai dengan ketombe.
Cara terbaik untuk mengatasi ini adalah dengan menggunakan sampo yang mengandung pH seimbang dan batasi penggunaan produk perawatan rambut yang mengandung minyak berat.
4. Infeksi Kulit
Ketombe karena dermatitis seboroik, yakni suatu kondisi kulit inflamasi yang mirip dengan eksim. "Pada dermatitis seboroik, kulit menjadi merah dan meradang dan disertai dengan serpihan berminyak kuning yang menempel pada rambut dan kulit kepala, yang kadang-kadang sulit untuk dihilangkan," jelas Emmanuel.
Bagi sebagian orang, kondisi kulit kepala ini menyebabkan rasa gatal dan jika tidak ditangani. Sehingga dapat menyebabkan kerontokan rambut akibat goresan kronis pada kulit kepala.
Para ahli percaya penyakit ini berhubungan dengan genetika, sensitivitas produk, hormon, diet, dan stres. Walaupun ada cara untuk mengobatinya di rumah, tetapi sebaiknya tetap dikonsultasikan ke dokter kulit untuk mendapatkan resep.
5. Jamur
Pengelupasan kulit Anda mungkin saja merupakan efek samping dari kelebihan jamur. "Ragi dan malassezia furfur, dua jenis jamur, hidup di tubuh dalam jumlah kecil," kata Emmanuel.
Ketika ada terlalu banyak ragi pada kulit kepala, infeksi dapat terjadi, terutama jika ada luka atau memar di kulit kepala. Ditandai dengan mengelupas dan gatal, kondisi berbasis jamur ini terlihat dan terasa seperti ketombe biasa, tetapi bisa jauh lebih sulit untuk diatasi.
"Itu harus dirawat oleh dokter kulit. Perawatan tanpa resep tidak cukup kuat untuk menghentikan infeksi," kata Emmanuel.

(Jawa Pos/Adi)
Bagikan:

KESEHATAN

Komentar:

0 comments:

close