Lihat Iklan

Pola Asuh Orangtua dalam Mengembangkan Prestasi Belajar Anak

Bagikan:

Ilustrasi/Net
Oleh : Kiki Fatmala*

JURNALISTIWA.CO.ID - Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan sangatlah amaat penting bagi setiap manusia dan setiap manusia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan sebuah pendidikan karna dengan pendidikan kita bisa mengetahui jati diri kita sendiri atau skill yang kita miliki di dalam diri kita.

Sebuah pendidikan tidak hanya bisa kita dapatkan dari pendidikan formal saja namun juga bisa kita dapatkan  dari pendidikan infooma jugaa yaitu kelarga. Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang amat penting dalam sebuah pendidikan keluarga merupakan seorang pendidik pertama dalam sebuah pendidikan.

Peran orang tua lah yang  sangat  berpengaruh untuk prestasi seorang anak.knpa demikian? Karna dari segi pola asuh mereka lah yang menentukan anak tersebut untuk memiliki sebuah prestasi atau tidak.

Oleh karena itu sesibuk apapuun orang tua harus bisa meyisakan atau memberikan watunya kepada anaknya waluupun itu hanya sedikit waktu  yang mereka berikan setidaknya seorang anak bisa merasakan  sebuah kasih kasih sayangg dari kedua orang tuanya dan merasakan bahwa mereka benar-benar memiliki seorang Ayah dan Ibu.

Setiap orang tua pasti memiliki sebuah impian yang sama yaitu ingin melihat annaknya tumbuh menjadi seseorang yang mempunyyai kepribadian yang baik dan memiliki sebuah prestasi. Dalam Tim Pustaka Familia (2007:74) Seorang anak sebenarmya sudah memiliki prestasi jikalau hari ini bisa berkembang menjadi lebihh baik dari hari kemarin.

Namun kenyataannya di zaman modern saat ini masih tidak sedikit sekali orang tua yang  melakukan kesalahan dalam pola asuh nya,masih banyak orang tua dalam mendidik anaknya tidak sesuai dengan kepribadian dan karakteristik diri seorang anak.

Pola asuh orang tua adalah suatu usaha yang harus dilakukan oleh orangg tua sejak anak lahir seperti mendidik,membimbing,mengarahkan maupun mendisiplinkan anak untuk mencapai tingkat kedewasaan dirinya yang sesuai dengan norma-norma Agama.

Cara orang tua dalam mendidik ananknya memiliki pengaruh yang sangat amat besar dalam kegiatan belajar anak. Untuk itu orang tua harus melakukan beberapa usaha yang harus dilakukan untuk mengembangankan potensi prestasi belajar anak. Antara lain : Cara orang tua mendidik,komunikasi antaranggota keluarga,suasana rumah,keadaan ekonomi,dan latar belakang dari orang tua (Soraya,2015,22.27).

Secara global banyak sekali faktor yang memengaruhi prestasi belajar anak,adapun faktor yang sangat penting untuk dapat mendukung prilaku siswa dalam berprestasi ialah pola asuh dari orang tua.

Di sekolah kelas II MI Khairul Hikmah ditemukan 3 aspek pola asuh yang berbeda-beda dari setiap orang tua untuk mengembangkan prestasi anaknnya yaitu ada yang menggunakan pola asuh Otoriter,pola asuh Otoritatif, dan pola asuh permisif. Banyak sekali cara yang dilakukan oleh meraka (orang tua) dalam mengembangankan prestasi anaknya salah satunya ialah:

1. Pola asuh otoriter

  • Mengharuskan anak mereka untuk mengikuti kegiatan yang mereka (orang tua) inginkan.
  • Memberikan aturan yang ketat dan khusus untuk anak dalam mengembangkan prestasi belajarnya dengan mengharuskan belajar setiap hari.
  • Memarahi anak dan Memberikan hukuman apabila anak melakukan kesalahan.
  • Mengomel dan memarahi anak ketika malas belajar.
  • Mengharuskan anak untuk slalu mendapatkan nilai bagus dengan cara memotivasi dan memberi dorongan pada anak.
  • Mengingatkan cita-cita anak.


2. Pola asuh otoritatif

  • Menyekolahkan anaknya dengan mendiskusikannya terlebih dahulu
  • Memberikan relasi yang baik antara orang tua dengan anak.
  • Menemani dan memantau anak dalam belajar
  • Memberikan pertanyaan dan soal kepada anak seputar pembelajarannya di sekolah.
  • Memberikan dorongan nntuk selalu berprestasi,namun tidak membebani  anaknya  akan tetapi sesuai dengan  kemampuan yang dimiliki oleh seorang anak nya.
  • Memberikaan hukuman ringan yang membuat anak itu jera terhapa kesalahan yang mereka lakukan.


3. Pola asuh permisif

  • Mengarahkan anaknya untuk memilih sekolahnya.
  • Lebih membiarkan  anak ketika anak  tidak belajar
  • Selalu menanyakan aktivitas yang dilakukan anak disekolah ketika pulang sekolah
  • Selalu berkomunikasi dengan  anak.
  • Membuat kisi-kisi belajar dan menyuruhnya uuntuk meghafalkannya
  • Menegur anaknya ketika anak menggunakan waktu belajarnya untuk bermain.
*Mahasiswa Semester (V) Tarbiyah STAI Mempawah 
Bagikan:

ARTIKEL

PENDIDIKAN

Komentar:

0 comments:

close