Penerus dan Pelurus Peradaban

Bagikan:

 
Ilustrasi/Net
Oleh: Dwiki Septa Pangestu*

JURNALISTIWA.CO.ID - Seperti sebuah dinasti atau kekuasaan, sejarah pergerakan harus terus digaungkan dan diwariskan. Semakin suatu  negara kuat maka seharusnya semakin gerakan mahasiswanya kuat dan mengakar pula. Hadirnya gerakan mahasiswa hingga hari ini tak lepas dari perjuangan panjang para pendahulu yang sedari dulu siap terus hadir dalam menentang ke zholiman yang terus hadir di setiap zaman.

Selanjutnya, Mahasiswa hadir sebagai solusi konkret dari problematika kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagi negara, mahasiswa menjadi investasi masa depan yang menjanjikan karena menjadi wajah dari suatu negara dimasa yang akan datang.
Selain itu, Mahasiswa sejak pertama kali duduk di bangku perkuliahan dianggap sebagai kaum intelektual yang dipenuhi teori berkehidupan dan semangat pengabdian, lebih jauh lagi mahasiswa sebagai “Penyambung Lidah Masyarakat” seharusnya penting untuk selalu menyuarakan gerakan perlawanan terhadap kekuasaan yang zholim.

Namun, fenomena terkini dalam perspektif gerakan mahasiswa secara keseluruhan saat ini cenderung didoktrin untuk sibuk dengan raihan  nilai akademik, lulus cepat dan segera mendapatkan pekerjaan. Esensi dari Gerakan Mahasiswa cenderung semakin memudar, riak-riak perlawanan dan  pemikiran di kampus semakin sedikit frekuensinya dari tahun ke tahun. Belum lagi, ada upaya pelemahan dengan berbagai doktrin dari kaum penguasa yang menginginkan mahasiswa sekedar kuliah saja. Cukup  dapatkan gelar dan hidup enak nantinya.

Jika hal ini terus terjadi, apa jadinya masyarakat dan peradaban negeri ini? masihkan ada segmen masyarakat yang peduli akan pentingnya merawat peradaban dan membela masyarakat yang termarjinal kan?  itu barulah persoalan pertama. persoalan selanjutnya mahasiswa terkini seperti terlena dengan semakin beragamnya hiburan yang semakin menjamur. mulai dari Game Online,tempat hiburan yang menjamur,tempat nongkrong yang hanya berisi gamers. 

Mahasiswa yang menjadi penghuni tetap di Kampus, semakin hari semakin sepi terdengar riak-riak diskusi. kelompok-kelompok diskusi kian menipis, kalaupun ada,mahasiswa ingin yang ada sertifikatnya yang ada pemateri kerennya dibanding ia turun atau mendengarkan keluhan masyarakat kecil di sudut-sudut kota atau lingkungan kampusnya.

lantas apakah yang harus dilakukan mahasiswa saat ini? ada beberapa hal yang mahasiswa kini bisa lakukan untuk mengembalikan roh/jiwa dari gerakan mahasiswa itu sendiri :

1. Meningkatkan budaya literasi

Budaya literasi sendiri terbagi menjadi tiga kegiatan, yaitu Membaca,Menulis dan Berdiskusi. kegiatan rutin ini harus kebutuhan primer bagi semua mahasiswa. dimulai dari lorong-lorong kampus,kantin,taman-taman disekitar lingkungan kampus ataubahkan tempat nongkrong yang diisi dengan diskusi-diskusi seputar masyarakat atau kondisi negara terkini.

2. Menyusun tujuan hidup/proposal hidup

Mahasiswa masa kini harus paham bagaimana/seperti apa ia dimasa mendatang. untuk itu mahasiswa kini penting untuk menuangkan keinginan/mimpinya kedalam proposal hidup dalam rentang waktu jangka pendek,menengah atau bahkan jangka panjang.

3. Merintis suatu gerakan/bisnis/kegiatan sosial

Tidak dapat dipungkiri bangku perkuliahan terlebih sistem pendidikan tinggi diindonesia sangat padat akan teori. mahasiswa harus mampu menangkap itu sebagai peluang untuk bisa mempraktekkanya kedalam lingkungan masyarakat. sedari duduk di bangku perkuliahan mahasiswa seharusnya sudah dapat merintis sesuatu hal kecil seperti gerakan sosial,bisnis, atau wujud lainnya sesuai dengan apa tujuan hidupnya dimasa mendatang dan jangan lupa untuk terus menyelipkan pemberdayaan kepada masyarakat.

Dari kondisi serta solusi diatas, mahasiswa seharusnya belajar dari sejarah. terus berusaha memperbaiki peradaban dan peka akan isu-isu disekitar serta tidak takut untuk menyuarakan dan mengkritik penguasa atau penampuk kebijakan demi terciptanya peradaban yang terus berkembang dan benar-benar menjadi "Pelurus dan Penerus Peradaban".

*Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura


Bagikan:

OPINI

Komentar:

0 comments: