Pendidikan Moral Usia Remaja

Bagikan:
Ilustrasi/Net


Oleh : Mellysa*

JURNALISTIWA.CO.ID - Remaja saat ini mempunyai moral yang cukup jelek. Hal ini diakibatkan oleh pengaruh globalisasi dimana remaja tidak dapat menbendung hal-hal negative yang ada di internet. Banyak remaja yang melakukan tindakan asusila akibat pemakaian internet yang situsnya transparan dan menonton film pornografi. Banyak tindakan kriminal yang dilakukan oleh remaja baik itu tawuran antar pelajar, sekolah.

Banyak faktor penyebab menurunya moralitas remaja, diantaranya adalah pengaruh arus globalisasi, kurangnya pendidikan moral sejak dini, pengaruh lingkungan, dan kurangnya pengawasan yang ketat dari para orang tua. Globalisasi dapat diartikan sebagai proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak maupun elektronik. 

Globalisasi seperti pedang bermata dua (positif dan negatif) juga menjadi penyebab infiltrasi budaya. Termasuk budaya hidup barat yang cenderung liberal dan bebas merasuki dengan budaya ketimuran yang lebih cenderung teratur dan terpelihara oleh nilai-nilai agama dan norma-norma. Dan dampak negatif dari arus globalisasi yang paling miris adalah perubahan yang mengarah pada krisis moral dan akhlak, sehingga menimbulkan sejumlah permasalahan kompleks melanda negeri tercinta ini akibat moral.

Dapat kita ketahui remaja memiliki potensi yang sangat besar, jadi kita harus menjaga generasi remaja agar tidak terjerumus dalam jurang kenistaan. Maka dari itu diperlukan strategi penanaman nilai etika, moral, dan akhlak dikalangan remaja. Dan yang paling penting adalah penanaman nilai-nilai agama, karena terlihat pada saat ini salah satu penyebab buruknya moral remaja kita adalah mulai longgarnya pegangan terhadap agama. Dengan longgarnya pegangan agama, maka hilanglah kekuatan kontrol pengendalian diri.

Penanaman nilai etika, moral, dan akhlak paling pertama kali dan utama adalah pada lingkungan keluarga. Seseorang mendapatkan pendidikan etika, moral dan akhlak pertama kali yaitu pada pada lingkungan keluarga. Peran orang tua sangat penting dalam proses perkembangan moral anak. Sejak dini orang tua harus mampu memberikan arahan, bimbingan, serta teladan yang baik terhadap anak-anak mereka. Melalui pengajaran akhlak dan diberikan pengertian antara perbuatan baik dan buruk, menanamkan nilai-nilai agama dan tata krama. Orang tua harus selalu mengawasi perkembangan anak mereka, terutama saat menginjak usia remaja karena dalam usia itu terjadi ketidak keseimbangan emosi dan mudah terbawa ke hal-hal yang buruk.

Selain peranan lingkungan keluarga, terdapat pula peranan lingkungan sekolah. Karena disini tempat mereka mulai mengenal dunia luar, oleh karena itu guru harus selalu aktif dalam memberikan penanaman etika, moral, dan akhlak. Melalui pengajarannya guru dituntut untuk lebih kretif dalam menyisipkan nilai-nilai moral saat menyampaikan pelajaran setiap hari kepada peserta didik mereka. Agar dengan begitu mereka dapat menanamkan dan menerapkan sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain dua itu terdapat pula lingkungan masyarakat. Anak akan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan masyarakat. Di lingkungan masyarakat juga anak dapat mempraktekkan apa yang mereka terima dalam lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Untuk itu prilaku moral dan etika dalam lingkungan masyarakat sangat penting sebagai nilai penyikapan seseorang dalam pergaulan masyarakat. Jadi lingkungan masyarakat sangat berpengaruh dalam penanaman etika, moral, dan akhlak.

Yang terakhir yaitu peran pemerintah. Pemerintah dituntut harus tanggap dan sigap dalam menyikapi masalah menurunnya moralitas generasi muda yang terjadi saat ini. Pemerintah harus mampu memberikan kebijakan-kebijakan yang bisa meningkatkan moralitas generasi muda agar tujuan yang diharapkan tercapai dan menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu tinggi serta berbudi luhur dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia” (Ir. Soekarno)

*Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah
Bagikan:

ARTIKEL

PENDIDIKAN

Komentar:

0 comments: