PENA MAS AWARD 2018: Penghargaan dan Motivasi Diri

Bagikan:


Kira-kira dua hari sebelum hari penganugerahan peneliti/penulis terbaik (research award) digelar, saya dikontak oleh salah satu panitia di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) untuk melengkapi beberapa persyaratan peserta nominator, a.l. ID Scopus untuk publikasi artikel jurnal internasional bereputasi.

"Im, tolong kirimkan ID Scopus mu dari jurnal Internasional yang sudah terbit, siapa tahu ente bisa dapat award 2018" begitu kira-kira bunyi permintaan hari itu.

Dari situ saya baru tahu kalau ternyata nama saya didaftarkan sebagai salah satu peserta dan masuk nominasi penerima penghargaan tersebut. PENA MAS AWARD ini merupakan yang pertama kali diberikan oleh LP2M sebagai lembaga yang legitimate dalam hal penelitian dan pengabdian masyarakat.

Karena saya tidak merasa diberatkan dengan prosedur & syarat-syarat tersebut, saya tidak menolak diusulkan. Toh memang saya tidak mengurusnya sendiri, karena posisi saya juga sedang tidak berada di tempat, saya sedang di kampung mengambil cuti. Karena itu saya persilakan panitia melanjutkan apapun prosesnya.

Selang 2 hari berikutnya, pagi Jum'at tgl 28 Desember, hari penganugerahan itu pun tiba. Satu diantara acara utamanya penganugerahan PENA MAS AWADR 2018. Pagi itu saya  dihubungi Melalui WAb. "Im, kamu mendapat kan award 2018. Tolong kirim utusan yang bisa mewakili penerimaan anugerahnya tersebut". Begitu pesan singkat dari panitia.

Tanpa beban, apalagi perasaan yang gimana-gimana, saya iyakan saja, dan saya kirim seseorang menghadiri mewakili saya di acara penganugerahan tersebut. Saya yang kebetulan masih cuti di kampung hanya bisa menyaksikan acara tersebut melalui foto WA, termasuk sebidang piagam penghargaan yang sudah terbingkai rapi. Piagam penghargaan PENA MAS AWARD, itulah yang bisa saya baca saat itu.

Singkat cerita, saya diberikan perhargaan tersebut karena dinilai layak untuk kategori penelitian dan pengabdian terbaik. Belakangan saya diberitahukan beberapa kriteria penilaiannya, antara lain: memiliki tulisan yang diterbitkan di jurnal internasional terindeks scopus dalam dua tahun terakhir, terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengabdian di LP2M, memiliki terbitan buku skala nasional (Ikapi), memiliki karya bersetifikat HAKI, dan punya citasi karya di google cendikia.

Antara percaya dan tidak dengan penghargaan ini, karena memang saya tidak terlibat sedikitpun dalam prosesnya. Akan tetapi sebagai manusia biasa yang punya kelemahan, tentu saya merasa bahagia dan bangga dengan anugerah ini. Karena tidak semua orang punya peluang seperti ini. Tidak banyak orang yang bisa mendapatkan kan anugerah akademis seperti ini. 

"Ini sangat kompetitif," komentar seseorang yang saya utus mewakili menerima penganugerahan pagi itu. 

Dapat award seperti ini, siapapun orangnya, sama seperti saya pasti juga bangga dan berterima kasih atas penghargaan ini. Tapi tentu bukan penghargaan yang mem"buta"kan yang menutup puncak prestasi. 

Award ini bukan kata final dari apa yang sudah saya lakukan. Karena faktanya saya tidak menulis dan berkarya untuk penghargaan. Saya tidak meniliti dan menulis untuk mengejar award seperti ini. 

Intinya, penganugerahan PENA MAS AWARD ini bukanlah puncak dari prestasi meneliti, menulis dan berkarya yang patut saya banggakan. Akan tetapi penghargaan ini mesti menjadi awal bagi motivasi diri saya untuk lebih banyak lagi meneliti, menulis dan berkarya. 

Mesti menjadi semangat dan pengingat untuk lebih lagi memperbaiki kemampuan saya dalam meneliti, menulis dan berkarya. Karena inilah sesungguhnya nilai positif yang bisa saya ambil dari sebuah penghargaan ini.

Pada akhirnya, apapun bentuk dan nilai dari sebuah penghargaan award seperti ini, saya patut berterimakasih kepada pihak LP2M atas penganugerahan PENA MAS AWARD ini. 

Semoga award ini bisa menjadi motivasi lebih untuk saya pribadi menjadi lebih baik dan lebih giat lagi belajar meneliti, menulis dan berkarya. Nilai dan semangat ini penting saya tulis disini supaya bisa diambil manfaatnya oleh orang lain, siapapun. Kalau saya bisa mengapa anda tidak?

*Malam menjelang istirahat & mengantuk, 03/01/2019

Bagikan:

OPINI

TIPS

Komentar:

0 comments:

close