Manajemen Perubahan Di Pondok Pesanatren Khairul Himah Desa Pasir

Bagikan:
Ilustrasi/Net

Oleh: Fattiyah*

JURNALISTIWA.CO.ID - Pondok pesantren adalah sebuah lembaga internalitas moralitasnya telah di anggap sebagai  institusi keilmuanyan , yang  memiliki keunggualaan yang di nilai  sebagai tradisi yang mulia .Sedangkan di sisi lain, pesantren juga merupakan pendidikan yang dapat memainkan peran pemberdaayaan  dan tranformasi sosial secara efektif.

Bahkan pondok psantren merupakan lembaga pendidikan islam yang tradisonal dan begitupula aktivitasnya: adalah memahami, mempelajari, dan mengamalkan ajaran islam dan menekan kan pada moral  keagamman sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari tidak di punkiri bahwah tantangan.

Di zaman era gelobalisasi saat ini banyak  sekali tantanga  yang harus di hadapi oleh sebuah lembaga   pondok pesantren salah satu nya ialah  tantangan.  Moderitas Untuk menjaga eksistensi lembaga  pondok pesantren harus berubah Berubah dalam artian dengan tetap berpegan teguh kepada Al-Qur'aan dan Al- Hadiths  dan  ahli sunnah walljama’aah.

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan tertua, yang ada di indonesia pondok pesantren memiliki kontribusi  dalam mewarnai  perjalannan sejarah bangsa ini. Pondok pesantren merupakan lembaga  pendidikan islam tradisonal  yang aktivitas nya adalah mempelajari, memahami, mendalaami, dan mengamalkan  ajaran islam  dengan menekan kan kan pentinya moral  keagaaman  sebagai pedoman  perilaku sehari-hari.

Pesantren memiliki beberapa unsur yang dalam tertentu  yang membedakan sistem pendidikan lainya. dan unsur-unsur tersebut meliputi: kiai, santri masjid, asrama, dan gegiataan rutinitas  sehari- hari adalah belajar kitab kuning keterpaduan unsur- unsur tersebut memiliki sistem model pendidikan yang khas, sekaligus membedakan dengan pendidikan lainyan seperti pendidikan formal.

Menurut Rahim pesantren merupakan sebuah lembanga  pendidkan tertua yang melekat dalam perjalanan  kehidupan indonesia  sejak ratusan tahun silam Sebagai lembaga. Eksistensi pesantren dapat di kategorikan sebagai lembaga unik dan mempunyai krakteristik tersendiri yang khas bahkan dalam perjalanan sejarahnya.

Pesantren dapat memberikan andil dan kontribusi yang sangat besar  dalam ikut serta mencerdas kan kehidupan bangsa dan memberikan pencerahan terhadap masyarakat serta dapat menghasil kan komonitas intelektual yang setarap dengan sekolahan formal. 

Supaya pondok pesantren bisa bertahan, maka harus melakukan perubahan.
Harus mempertahan kan eksetensi pondok pesantren dengan menggunkan berbagai cara,antara lain kurikum pembelajaran sampai pada pendirian lembaga pendirian lembaga pendidikan formal.

Renald Kasali mengemukakan beberapa hal mengenai krakteristik perubahan, antara lain:
  1. Bersifat mesterius  karena tidak mudah di pengang,
  2. Memerlukan tokoh terkenal dalam melakukan perubahan 
  3. Tidak semua orang bisa diajak melihat perubahan 
  4. Ada sisi lembut dan sisi keras dalam perubahan 
  5. Membutuhkaan waktu ,biaya dan kekuatan 
  6. Perubahan terjadi setiap saat secara kontinu
  7. Di butuhkan biaya khusus untuk menyentuh nilai dasar atau budaya korporat 
  8. Banyak di warnai metos 
  9. Perubahab menimbulkan emosi dan harapan 

Sedangkan menurut Anderson dan Wibowo mengemukan kan bahwah terdapat tujuh foktor pergerakan  yang dapat mempengaruhi berlangsung perubaha, yaitu:
  1. Lingkungan
  2. Kebutuhan pasar untuk sukses
  3. Desakan bisnis
  4. Desakan organisasional
  5. Deasakan kultural 
  6. Perilaku pemimpin dan kerja
  7. Pola pikir pemimpin dan kerja.

Adapun menurut Sondang P. Siagian foktor-foktor berubahan tersebut:
  1. Tantangan utama masa depan 
  2. Perubahan dalam konfikurasi ketenagakerjaan 
  3. Berbagai  kecendurangan sosial 
  4. Foktor geopolitik
  5. Persaingan
  6. Pelestarian lingkungan 
  7. Teknologi
  8. Tingkat pendidikan para pekerja

*Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah
Bagikan:

OPINI

PENDIDIKAN

Komentar:

0 comments:

close