Kemampuan Otodidak Pada Diri

Bagikan:
Ilustrasi Kemampuan Otodidak/Net
Oleh: Fatma Nilam*

JURNALISTIWA.CO.ID - Otodidak atau autodidak (dari bahasa Yunani autodídaktos = "belajar sendiri") merupakan orang yang tanpa bantuan guru bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan dasar empiris yang besar dalam bidang tertentu. Mereka mendapatkan pengetahuan tersebut dengan belajar sendiri.

Dalam dunia ilmu pengetahuan, khususnya dalam dunia belajar, ada dua jenis cara belajar yaitu belajar dengan bimbingan dan satu lagi belajar dengan kemampuan sendiri, tanpa bimbingan. orang yang biasa mempelajari sesuatu biasanya disebut dengan orang otodidak.

Tidak semua orang membutuhkan bantuan seseorang untuk menyelesaikan masalahnya sendiri atau tugasnya untuk kepentingan pendidikan, jika kalian adalah orang yang sering menyelesaikan masalahnya sendiri atau tugas-tugasnya dalam dunia pendidikan atau Belajar tanpa bimbingan seseorang maka bisa dikatakan orang itu adalah orang otodidak.

Jadi dapat disimpulkan bahwa otodidak adalah kemampuan seseorang dalam belajar dan mempelajari suatu hal dengan sendiri. Kemampuan otodidak ini tentunya termasuk kemampuan istimewa. Kearena tak semua orang bias memiliki kemampuan ini.

Tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari kita banyak melakukan pembelajaran secara otodidak. Seperti ketika harus pergi ke sebuah tempat yang baru kita datangi maka kita akan coba untuk mengingat jalan yang kita lalui agar tidak tersesat ketika pulang nanti. 

Begitu juga dalam kegiatan adaptasi ketika kita mencoba untuk menyesuaikan diri dengan tempat dan suasana baru maka tanpa bimbingan siapapun kita mencoba untuk memahami tentang kondisi baru tersebut hingga kita bisa cocok dengan keadaan di sekitar kita. 

Belajar secara otodidak sangat bagus untuk mempelajari suatu keahlian yang spesifik. Tentunya setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda untuk bisa memahami suatu hal dan setiap orang memiliki minat dan bakat yang berbeda. 

Berangkat dari pemahaman tersebut maka bisa dipahami tentang pentingnya belajar secara otodidak. Sehingga terjadi kebebasan bagi diri kita untuk bisa mempelajari sesuatu yang memang menjadi minat kita karena sesuai dengan bakat yang dimiliki.

Orang otodidak tidak membutuhkan figur seorang pembimbing untuk mempelajari satu hal. tanpa bantuan dari orang lain orang otodidak mampu mempelajari hal-hal dasar dari ilmu yang sedang mereka pelajari. yang menariknya dari orang otodidak, karena mereka mampu mempelajari sesuatu dengan baik dan dibarengi oleh prakteknya, sebagian dari mereka mampu mengungguli kemampuan orang yang belajar ilmu yang sama dengan cara dibimbing.

 Belajar secara otodidak sangat bagus untuk mempelajari suatu keahlian yang spesifik. Tentunya setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda untuk bisa memahami suatu hal dan setiap orang memiliki minat dan bakat yang berbeda.

Berangkat dari pemahaman tersebut maka bisa dipahami tentang pentingnya belajar secara otodidak. Sehingga terjadi kebebasan bagi diri kita untuk bisa mempelajari sesuatu yang memang menjadi minat kita karena sesuai dengan bakat yang dimiliki.

 Belajar secara otodidak menjadi sangat efektif karena berawal dari kesadaran kita untuk ingin bisa menguasai keahlian tertentu. Hingga kegiatan belajar bukan lagi suatu kewajiban tetapi sudah menjadi kebutuhan. Akan ada perasaan bebas dan kita belajar tanpa keterpaksaan karena dalam belajar secara otodidak kita sendiri yang menentukan hal apa saja yang mau kita pelajari dan kita kuasai.

Kegiatan belajar secara otodidak menjadi sangat efektif dan bisa mengembangkan keterampilan yang kita miliki. Karena dalam belajar secara otodidak kita dituntut untuk bertanggung jawab kepada diri sendiri. Kita bisa melatih diri dengan cara mampu mengenali kekurangan yang dimiliki dan mencoba mencari cara untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Kita akan menjadi manusia yang bebas karena bisa dengan fleksibel mengatur waktu untuk belajar, kita bisa menentukan sendiri kapan kita meluangkan waktu untuk belajar.

Melalui belajar secara otodidak kita memiliki keahlian yang sangat baik karena biasanya kita akan terus berlatih untuk semakin meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Itu semua terjadi karena dalam belajar secara otodidak hal yang kita pelajari adalah sesuatu yang memang kita sukai. Sehingga tidak ada rasa bosan dan jenuh untuk selalu mempelajarinya. Kegiatan belajar secara otodidak mengasah kedewasaan pada diri kita untuk mampu menentukan mana yang harus kita lakukan dan mana yang baik untuk kita.

 Belajar secara otodidak saat ini bukan sama sekali tanpa bimbingan. Kita bisa saja membaca buku atau bertanya kepada orang lain tentang sesuatu yang tidak kita pahami. Terlebih lagi dengan memanfaatkan internet maka dapat dengan mudah untuk menunjang kegiatan belajar secara otodidak. 

Tentunya tidak ada sekolah yang mengajari kepada muridnya untuk menjadi seorang pengusaha sukses atau menjadi presiden. Keberhasilan yang diraih adalah hasil dari kerja keras serta ketekunan dengan tekad yang kuat untuk selalu mau untuk mempelajari hal-hal baru. Salah satu cara untuk mampu menguasai keahlian tertentu adalah belajar secara otodidak dengan kesadaran bahwa belajar adalah suatu kebutuhan bagi diri kita. 

Pendidikan sekolah formal tidak bisa menjadi ukuran standar sebagai pengembangan kecerdasan seseorang. Sekolah hanya mengajarkan hal yang bersifat umum dan menjadi pancingan bagi anak untuk akhirnya bisa ditemukan bakat yang dimilikinya.

Satu hal penting lainnya, kita juga harus tahu sampai di mana batasnya kita bisa belajar otodidak. Belajar membaca Al Qur’an, tidak boleh 100% otodidak. Ada materi tertentu -misalnya makhrajul huruf- yang harus diverifikasi oleh orang yang kompeten. Ini disebabkan karena Al Qur’an diwariskan secara lisan, bukan tulisan. Sehingga teknik membacanya harus dicek secara lisan juga apakah sudah benar atau belum. 

Selain itu, ilmu membaca Al Qur’an merupakan suatu ilmu yang harus jelas sanadnya. Teknik yang kita gunakan harus bisa ditelusuri asal-usulnya sampai ke Rasulullah SAW. Walaupun demikian, belajar otodidak dapat digunakan supaya kita tidak terlalu merepotkan guru kita.

*Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah
Bagikan:

OPINI

PENDIDIKAN

TEKNOLOGI

Komentar:

0 comments:

close