Ini Angka Kejahatan di Kalbar Selama 2018

Bagikan:
Ruang Balairungsari DPRD Kalbar/Foto: Humas Polda Kalbar


Pontianak, jurnalistiwa.co.id- Bertempat di Ruang Balairungsari DPRD Provinsi Kalbar, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono SH MH menyampaikan selama tahun 2018 Kepolisian Daerah Kalimantan Barat berhasil menurunkan angka kejahatan dari 5.984 kasus di tahun 2017 dapat ditekan sebanyak 5.903 kasus di tahun 2018.  Dengan penyelesaian sebanyak 5.730 kasus.

Selanjutnya dalam penanganan kasus transnasional crimes, kejahatan lingkungan, kejahatan yang merugikan kekayaan negara dan narkoba, tahun 2018 sebanyak 2.052 kasus dibanding tahun 2017 hanya 1.502 kasus. Dengan jumlah tersangka yang dilakukan penahanan sebanyak 10.832 orang, meningkat 12,2% menjadi sebanyak 12.158 orang pada tahun 2018, yang terdiri dari pria 10.524 orang dan wanita 1.634 orang (13,4% wanita).

“Apabila jumlah warga Kalbar yang bermasalah dan ditahan dibanding dengan jumlah penduduk kalbar 5,4 juta lebih, maka presentase dan rasionya 0,22% atau 1:444,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono SH MH.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono SH MH menjelaskan,  kasus narkoba menjadi perhatian khusus Polda Kalbar tercatat 771 kasus di tahun 2018 meningkat 45%, dibandingkan tahun 2017 sebanyak 530 kasus, dengan tersangka 1.006 orang (pria 915 orang, wanita 96 orang dan 5 orang warga negara asing).

“Begitu juga BNN di tahun 2018 menangani 14 kasus dengan tersangka 36 orang,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono SH MH.

Kasus di perbatasan, traficking in person dan lintas batas sebanyak 123 kasus, menurun dibandingkan tahun 2017 sebanyak 166 kasus. Penangkapan illegal logging sebanyak 123 kasus, meningkat dibandingkan tahun 2017 sebanyak 75 kasus.

Kasus illegal mining tahun 2017 sebanyak 84 kasus, meningkat 74% menjadi 146 kasus tahun 2018.  Kejahatan ite tahun 2017 sebanyak 19 kasus, meningkat 94% menjadi 37 kasus tahun 2018. Kasus bbm subsidi tahun 2017 sebanyak 32 kasus, meningkat 15,6% menjadi 37 kasus tahun 2018.
kejahatan KSDA tahun 2017 sebanyak 3 kasus, meningkat 266% menjadi 11 kasus tahun 2018.

Kasus pangan periode Januari  hingga desember 2018 sebanyak 62 kasus yang ditangani, dan menjadikan polda kalbar rangking pertama se-indonesia terbanyak menangani kasus pangan. Kasus perjudian tahun 2017 sebanyak 212 kasus, meningkat 31% menjadi 278 kasus tahun 2018.

Kasus curanmor tahun 2017 sebanyak 541 kasus menurun 3,3% menjadi 523 kasus tahun 2018. Kasus kejahatan jalanan tahun 2017 sebanyak 2.306 kasus, menurun 8,6% menjadi 2.107 kasus tahun 2018.

“Premanisme periode 6 Juli sampai  6 Agustus 2018 sebanyak 596 kasus. 508 orang dilakukan pembinaan dan 152 orang diproses hukum. KKYD Tibtor priode 30 Agustus sampai dengan 29 September 2018 sebanyak 95 kasus dengan tersangka sebanyak 126 orang,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono SH MH.

Kejahatan jalanan menjelang cipkon ops lilin periode 26 oktober s.d. 24 november 2018 sebanyak 161 kasus. 178 orang dilakukan pembinaan dan 210 orang di proses hukum. Kasus TPPO sebanyak 20 kasus dengan tersangka 25 orang, dan kasus tki (pmi) sebanyak 11 kasus dengan tersangka 17 orang di tahun 2018.

Kasus illegal fishing tahun 2017 sebanyak 6 kasus, meningkat 116% menjadi 13 kasus tahun 2018. Kamseltibcar lantas, jumlah laka tahun 2017 sebanyak 1.281 kasus menurun 10% menjadi 1.149 kasus tahun 2018.

Lebih lanjut Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono SH MH menjelaskan, menurunnya angka kriminalitas dengan mengedepankan pola demokratik policing ini tak lepas dari peran seluruh stakeholder dan seluruh komponen masyarakat yang ingin mewujudkan situasi kalimantan barat yang kondusif dan aman guna mendukung pembangunan daerah yang semakin baik.

“Kedepan kita dihadapkan dengan agenda pemilu pileg dan pilpres, harapan kita semua menjadikan pesta demokrasi tersebut dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman, elegan dan sukses, karena terkelola secara sinergi dengan baik,” ucap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono SH MH.

Penulis: Humas Polda Kalbar
Editor: Sukardi
Bagikan:

KALBAR

Komentar:

0 comments: