Fishing Trap Ala Sanggau "Nyaok"

Bagikan:

Oleh : Lilik Hidayati*

Merupakan satu diantara tradisi musiman yang bisa ditemukan di pesisir sungai Kapuas, Kalbar. Nyaok berasal dari bahasa Indonesia yaitu Sauk (alat untuk menimba, mencedok dan sebagainya). Di kota Sanggau, Nyaok adalah cara lain untuk menangkap ikan yang dilakukan di pinggir sungai.

Alat Saok (Sauk), dibuat dari 2 batang bambu kering yang sudah menguning sebagai tiang atau penyangga, kemudian dibentangkan jaring dengan lubang yang kecil sebagai trap atau penangkapnya. Ukuran Saok bervariasi, tentu menyesuaikan selera sang empunya.

Target ikan yang ingin ditangkap bukanlah ikan yang berukuran besar. Melainkan anak-anak ikan yang berenang di permukaan tepian sungai, nyanyak (baca: nya-nyak), begitu orang Sanggau menyebutnya. Nyanyak adalah kumpulan anak-anak ikan dengan beragam jenis. Ada anak ikan bilis, anak ikan seluang, anak ikan kujam, dan anak ikan sungai lainnya. Kalau beruntung, bisa dapat ikan yang besar, tapi jarang terjadi.

Cara menggunakan Saok ini pun cukup sederhana. Tegakkan Saok, kemudian dicedok ke dalam sungai lalu diangkat hingga ditegakkan kembali. Namun yang perlu diperhatikan adalah arah mencedoknya. Biasanya, orang-orang akan menyaok atau mencedok mengikuti arah aliran sungai, bukan berlawanan. Teori yang tak tertulis akan menunjukkan bahwa massa atau berat Saok bertambah jika dilakukan berlawanan dengan arah sungai. Belum lagi ukuran Saok yang dibuat berdasarkan selera sang empunya.

Nyaok ini mirip dengan Jaring Angkat. Bedanya, jaring angkat dilakukan secara vertikal (naik turun) dan memiliki umpan untuk menarik ikan lainnya yang hendak di tangkap. Sedangkan Nyaok tak memerlukan umpan. Yang cukup diperlukan adalah tenaga esktra.

Musim Nyaok ini pun bukan setiap minggu atau setiap bulannya. Berdasarkan feeling ilmu meteorologi dan klimatologi natural dari dalam diri orang-orang, Menyaok akan dilakukan ketika sungai Kapuas sedang pasang naik yang berdurasi cukup lama (bisa 4 s/d 5 minggu). Satu hal yang perlu diketahui, walaupun terlihat mudah dalam mengoperasikan Saok, tapi tak semua orang loh yang bisa.


*Mahasiswa IAIN Pontianak

Bagikan:

OPINI

Komentar:

0 comments:

close