Pentingnya Peranan Orangtua Terhadap Pendidikan Moral Kepada Anak

Bagikan:
Net
Oleh: Sriwati

Di dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalia diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam pengertian yang sederhana dan umum maknanya pendidikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan pengembangan potensi-potensi dalam diri yang sesuai dnegan norma dalam masyarakat dan kebudayaan.

Dan moral merupakan keadaan pikiran, perasaan, ucapan dan perilaku manusia yang terkait dengan penilaian baik dan buruknya saat perinteraksi dengan manusia lain.

Dengan demikian, pendidikan moral adalah suatu usaha yang dilakukan secara terencana  untuk mengubah manusia baik dalam sikap, perilaku atau tindakan bertujuan agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai dan kebudayaan yang berlaku di tempatnya.

Sedangkan orangtua adalah peranan yang tepat dalam proses pendidikan moral tersebut. Hal ini dikarenakan orangtua merupakan keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dalam masyarakat. 

Orangtua bertanggung jaawab terhadap pendidikan anaknya seperti pembentukan kareakter seorang anak dan budi pekerti. Orangtua adalah center pencetak generasi yang baik, yang membentuk jiwa sosial pada anak, seperti mengajarkan tolong-menolong, sampai pada menjaga kebersihan dan sebagainya. Yang demikianlah, yang menjadikan orangtua sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak khususnya pada pendidikan moral.

Dewasa ini, tak jarang kita temui fenomena dimana seorang anak yang berperilaku kurang santun kepada orang yang lebih tua. Bahkan maslah yang baru-baru saja terjadi saat ini, beberapa anak yang rata-rata masih berusia dari anak hingga remaja yang notabenenya masih duduk dibangku sekolah melakukan tindakan yang diluar batas kewajaran kenakalan seorang anak pada umumnya.

Generasi millenial di era globalisasi saat ini sangat mudah terpengaruh oleh kemajuan teknologi yang sebenarnya selain membawa dampak positif tentunya juga berdampak negatif pada anak. Misalnya, seorang anak lebih cenderung menyendiri dan kurang senang berinteraksi dengan lingkungan, kemudian dengan mudahnya anak mengakses segala informasi secara tidak terkontrol.

Mirisnya melihat fenomena dimana seorang anak melawan orangtua hingga guru di sekolah. Betapa menyedihkan kondisi Indonesia saat ini terhadap mirisnya pendidikan moralitas pada anak serta rendahnya kepedulian orangtua terhadap perkembangan buah hati. Dengan suatu kondisi bobroknya akhlak perilaku generasi muda penerus bangsa saat ini tidak bisa dibiarkan. Jika tidak ada yang peduli dengan masa depan bangsa maka sebagai orangtua setidaknya peduli terhadap masa depan anak dan cucu.

Dengan berkacamata dari beberapa peristiwa yang terjadi dewasa ini, pendidikan kepada anak tidak bisa sepenuhnya di tanggung oleh guru disekolah. Banyak orangtua yang tidak sadar dan merasa cukup hanya dengan anak mendapatkan ilmu di bangku sekolah sementara peranan orangtua dalam membimbing anak juga sama pentingnya.

Oleh karena itu, orangtua perlu menyadari tanggung jawab dan peranannya serta berkontribusi dalam pendidikan moral kepada  anak sebagai kepedulian dan kasih sayang yang bertujuan membentuk masa depan yang baik bagi anak. Untuk memulainya, orangtua dapat mengawali dengan menjalin komunikasi yang lebih intens dan mulai memahami anak.

Menciptakan suasana yang dapat membuat anak lebih mudah menyampaikan pendapat maupun mengungkapkan pikiran dan perasaan. Melakukan pendekatan serta mengontrol dan mengawasi  yang bertujuan membatasi anak dalam memperoleh suatu pendidikan.

*Mahasiswa IAIN Pontianak
Bagikan:

OPINI

PENDIDIKAN

Komentar:

0 comments: