Lihat Iklan

Hilangnya Budaya Membaca Mahasiswa Jaman Now

Bagikan:
Foto: Herul Amin
Oleh : Herul Amin

Budaya membaca pada mahasiswa saat ini mulai terkikis karena seiring dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih. Mahasiswa sekarang lebih suka bermain gadged dan mencari informasi melalui internet daripada untuk membaca buku. Ternyata hal ini juga berimbas pada prosses pembelajaran di kampus yang karyanya kebanyakan bersumber pada internet bukan pada buku. Itu semua yang membuat tingkat kreativitas Mahasiswa semakin berkurang. 

Pada jaman sekarang ini kebanyakan mahasiswa lebih suka nongkrong-nongkrong di caffe menghabiskan waktunya demi melototi gadgetnya. Hal yang mereka lakukan tak lain hanya sibuk bermain game dan aktif di sosial media. Sehingga tak jarang yang memadati caffe adalah mahasiswa.

Sudah kita ketahui bersama bahwa kreativitas tidak langsung berhubungan dengan bakat melainkan ditentukan seberapa banyak pengetahuan yang tersimpan di memori otak. Dan semakin banyak membaca buku maka semakin banyak informasi yang tersimpan di memori otak. Seperti yang di katakan pepatah bahwa membaca merupakan jendela duniadalam arti membaca nerupakan cara kita untuk mendapatkansegala informasi yang ada di penjuru dunia bisa diketahui oleh orang melalui membaca. 

Banyak sedikitnya informasi yang dimiliki orang melalui membaca tidak lepas dari kemampuan orang tersebut dapat menelaah isi bacaan. Dengan kegemaran membaca buku, maka akan tertanam dalam diri Mahasiswa untuk memiliki minat membaca yang kuat. Minat untuk membaca buku bukan hanya buku yang terdapat pada perpustakaan tapi juga terhadap buku yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan sejarah pada masa lampau.

Berkaitan dengan pentingnya sumber daya manusia yang memiliki kualitas berfikir yang kritis, logis dan inisiatif dalam menghadapi masalah-masalah yang sedang dihadapi bangsa ini, penumbuhan minat membaca Mahasiswa sangat perlu untuk diupayakan karena Mahasiswa yang memiliki minat membaca yang tinggi akan lebih memiliki pengetahuan yang luas daripada mahasiswa yang tidak memiliki minat membaca. 

Melihat kenyataan Mahasiswa yang rendah untuk membaca tentu semua itu memiliki banyak faktor yang mendorong mereka untuk malas membaca baik dari faktor eksternal maupun faktor internal. Faktor internal bisa terjadi pada diri sendiri malas, tidak suka membaca atau mempunyai rasa bosan jika membaca. Dan faktor eksternal bisa terjadi seperti kurangnya tempat yang nyaman untuk membaca, kurangnya fasilitas membaca, tidak ada yang memotivasi untuk suka membaca dan pengaruh penggunaan teknologi yang kurang

*Mahasiswa IAIN Pontianak
Bagikan:

OPINI

Komentar:

0 comments:

close