Hari Ayah

Bagikan:
Ilustrasi/Net
Oleh: Annisa Nur Qamari*

Kalau ada hari ibu pasti ada juga hari ayah. Hari ibu diperingati pada tanggal 22 desember dan  hari ayah diperingati pada tanggal 12  november. Hari ayah dan hari ibu adalah setiap hari kita spesialkan karna ayah dan ibu kita adalah orang tua yang memelihara kita kalau ibu melahirkan kita kalau ayah mecari rezeki buat keluarganya ayah adalah sosok pahlawan buat ku karna ayah rela mencari perkerjaan kemana-mana, panas ayah mencari rezeki buat anak-anaknya.

Kalau  daftar orang yang menyayangiku diurutkan, setelah ibu,  Ayah menempati posisi kedua. Meskipun ayah itu cuek dan jarang berbincang denganku,tapi ayah itu sangat lah baik jadi kita tidak boleh sangsikan kepeduliannya  kepada kita. Siapa yang memberi kita uang jajan dari kecil hingga sekarang?  Siapa yang  membayari pendidikan kita sampai sekarang.
        
Kasih sayang seorang ayah ngak perlu di ragukan lagi. Tapi sayangnya, jika dibandingkan  dengan kasih sayang ibu , ibulah yang lebih ada waktu menyayangimu karna ibu selalu ada dirumah kalau ayah sibuk dengan perkerjan ya, tapi ayah akan menyisikan waktu buat keluraganya apalagi kalau buat ngumpul sama anak-anaknya.

Sosok seseorang ayah kalaw sesibuk-sibuknya ayah pasti selalu ada buat hati anaknya senang karna ayah selalu memberi kado buat anaknya mauk itu anaknya ulang tahun ataupu tidak ayah selalu membuat hati anaknya senang.

Sesibuk-sibuknya kamu, nggak ada salahnya luangkan waktu buat ayah karna kamu dan ayah sama-sama sibuk kamu sibuk pendidkan kamu kalaw ayah sibuk perkerjaan , ayah  berpesan  ayah tidak mauk kado dari kamu yang ayah mauk hanyalah doa dari seseorang anak.

Dalam salah satu kitab suci, doa anak kepada orangtuanya sangat manjur dikabulkan oleh allah yang maha kuasa. Meski ayah  nggak perna meminta, tapi atas segala kebaikan yang telah ayah lakukan nggak ada salahnya untuk kita mendoakan sehat selalu dan dilancarkan segala urusannya.

Jika ayah kita kelelahan habis berkerja kita sosok seorang anak  kita wajib memicit ayah kita karna supaya ayah, kita itu senang karna kelelahan sosok seorang ayah itu dan dipijitkan dengan anak ya itu adalah membuat hati seseorang ayah senang karan kelelahan menjadi tidak lelah karna dipijitkan sama dengan anaknya.

’’Ayahku’’
Dia yang mampu merenggut dunia yang kelam dan mengubahnya menjadi terang dia yang mampu melawan badai kemarahan dengan senyuman,  Dia yang mampu menggenggam  bara api yang sangat panas.

​​Ayahku......
Orang yang mampu membuka jendela dunia untuk menyinariku
Orang yang selalu tersenyum ketika aku melangkahkan kaki kesekolahan
​Orang yang dapat menahan amarah ketika  aku salah

​​Ayahku ......
​Pikirannya kacau tapi masih mengutamakan ku
​Tubuhnya  sakit  namun tetap membelaku
​Impiannya satu, yaitu kebahagiaan anak-anaknya.

*Mahasiswa IAIN Pontianak
Bagikan:

OPINI

Komentar:

0 comments: