Lihat Iklan

GenBI Kalbar Bersama Masyarakat Tanam 1000 Pohon di Kawasan Eks Tambang Mandor

Bagikan:

Landak, jurnalistiwa.co.id - Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kalimantan Barat melakukan aksi penanaman 1000 pohon guna pemulihan kembali lahan di kawasan eks tambang emas Desa Mandor, Kabupaten Landak, Sabtu 8 Desember 2018.

Kegiatan tersebut merupakan inisitif GenBI dalam program Bersih Indonesia. Pada pelaksanaanya, GenBI didukung penuh oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah Kalimantan Barat. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Landak bersama masyarakat Desa Mandor turut menggandeng tangan dalam gerakan pemulihan itu.

Ketua GenBI Kalbar, Supriadi mengatakan program bersih Indonesia merupakan agenda tahunan. “Yakni program dari bidang lingkungan hidup dengan melakukan koordinasi dengan pembina GenBI dari pihak Bank indonesia,” tutur Supriadi.

Supriadi menambahkan, kegiatan konservasi ini ke depanya dapat dilakukan bersama dengan banyak pihak. “Setelah BI dan GenBI, perhatian terhadap kondisi kawasan ini mungkin bisa dilakukan kembali oleh dinas-dinas terkait,” kata Supriadi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Prijono, berharap degan keterlibatan BI dapat diikuti pihak lain guna menjaga dan berkontribusi melakukan pemulihan lahan tersebut sesuai fungsinya.

Prijono menuturkan bahwa manusia mengeksploitasi bumi tanpa terkendali, akibatnya terjadi keidakseimbangan. “Oleh karena itu, satu di antara cara mengembalikan keseimbangan tersebut dengan melakukankegiatan seperti ini,” tutur Prijono saat menyampaikan sambutan kegiatan Gerakan Restorasi Lahan Tambang Kalimantan (Geregetan).

Sementara Kepala Desa Mandor , Robertus Haryanto mengharapkan dari gerakan restorasi lahan tambang ini bisa menghasilkan tanaman untuk menambah nilai ekonomis masyakat sekitar.

Robertus Haryanto mengatakan bahwa kegiatan penanaman serupa pernah dilakukan bekerjasama dengan mahasiswa dan pihak terkait. “Namun upaya tersebut belum berhasil, karena kami masih lemah dari sisi pemantauan. Dari beberapa tanaman, hanya kacang-kacang yang berhasil berbuah, lalu kami konsumsi,” kata Robertus Haryanto.

Sekda Kabupaten Landak mengatakan eksploitasi pertambangan emas tanpa perencanaan yang baik dan perizinan tentu tidak ada pengendalian dampaknya. Akibatnya lingkungan rusak. “Kerusakan berdampak pada masyarakat setempat. Sungai tercemar oleh mercuri, tanah yang subur menjadi padang pasir, tidak subur,” ucapnya.

Dia mengatakan Pemerintah Kabupaten telah berupaya bekerja sama dengan berbagai lembaga memperbaiki lingkungan ini. Namun masih menemukan berbagai macam kendala. “Kami mendukung kegiatan geregetan dalam program bersih Indonesia ini,” katanya.

Beberapa jenis pohon yang ditanami oleh GenBI dan masyarakat pada kegiatan tersebut yakni, lengkeng, sirsak, jengkol, matoa dan trembesi.

Sumber :
Humas dan Publikasi Panitia GEREGETAN GenBI Kalbar
Bagikan:

KALBAR

LANDAK

Komentar:

0 comments:

close