Disabilitas Berkualitas Meski Terbatas

Bagikan:

Pontianak, jurnalistiwa.co.id
- Warung Kopi Solidaritas atau Warung Kopi Bonti menggelar diskusi dengan tema disabilitas berkualitas meski terbatas, berlangsung di Warung Kopi Solidaritas, Jalan Atot Ahmad, Pontianak Barat, Sabtu (8/12/2018).

Hadir sebagai Narasumber, Bashori Alwi menyampaikan disabilitas bukan kaum yang harus diasingkan ataupun didiskriminasikan melainkan mereka juga sama seperti Warga Negara Indonesia yang lainnya, yang harus mendapatkan hak-hak politik, hak kehidupan ataupun hak demokrasi.

"Saya sangat apreasiasi dengan teman-teman Warung Kopi Solidaritas bahwa kita tahu persoalan mengenai disabilitas ini juga menjadi persoalan yang cukup urgen yang harus ditangani secara serius baik pemerintah ataupun masyarakat umum," ujar Bashori Alwi.

Bashori Alwi menyebutkan, banyak kaum disabilitas yang juga mampu mengharumkan nama Bangsa Indonesia melalui karya dan kreativitas mereka, baik di bidang olahraga, ekonomi ataupun bidang lainnya.

"Kaum disabilitas juga sama seperti Warga Negara Indonesia yang lainnya hanya saja meraka mempunyai kekurangan dalam bentuk fisik ataupun kejiwaan. Maka dari itu kita yang masih diberikan fisik yang sempurna oleh Tuhan yang Maha kuasa patut disyukuri dan juga kita harus membantu mereka baik memberikan materi,tenaga ataupun fikiran, sehingga mereka bisa mendapatkan uluran tangan kita yang masih diberikan kesempurnaan fisik oleh Tuhan yang maha kuasa," tuturnya.

Ia berharap teman-teman Warung Kopi Bonti bisa mengadakan kegiatan-kegiatan diskusi yang berkelanjutan. Sehingga bisa memberikan edukasi positif bagi masyarakat sekitar, khususnya di Kalbar.

Salah satu peserta diskusi, Odang, mengatakan sangat bangga bisa mengikuti kegiatan diskusi tersebut, walaupun cuaca tidak mendukung dan peserta yang hadir juga sedikit.

"Inilah orang-orang yang mempunyai pemikiran maju dan kemauan belajar yang kuat untuk mengembangkan diri. Saya sangat bangga juga bisa mendapatkan ilmu baru dan apalagi melihat dari konteks tema disabilitas berkualitas neski terbatas, yang sangat bagus dan membuat saya tertarik untuk mengikuti. Karena sangat minim sekali para pemuda yang berperan aktif untuk mengamati atau untuk membantu kaum disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan," ujarnya.

Odang menambahkan semoga dengan sering diadakannya diskusi-diskusi bisa menjadikan para pemuda atau masyarakat yang menjadi peserta atau ikut diskusi bisa mempunyai pemandangan baru dan memberi edukasi baru kepada mereka.

"Harapannya untuk Warung Kopi Solidaritas atau Bonti bisa terus mengadakan diskusi-diskusi seperti ini lagi dan untuk masyarakat juga bisa berperan aktif juga dalam menangani persoalan bangsa ini. Boleh mengkritik tapi juga harus dengan solusi yang harus diberikan sehingga tidak hanya menjadi penonton,"harapnya.

Penulis: M. Hotip
Editor: Sukardi
Bagikan:

PONTIANAK

Komentar:

0 comments: