Pemuda Sebagai Agent of Change dalam Demokrasi Berbudaya

Bagikan:

Ilustrasi/Net

Oleh: Anggi Fitra Pradana*


Demokrasi menurut Abraham Lincoln merupakan pemerintahan berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Secara bahasa, Demokrasi merupakan sebuah pemerintahan yang kedaulatan tertingginya berada di tangan rakyat. Dari pemaparan tersebut bahwa Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang menjadikan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi negara. Tujuan dari Demokrasi sendiri adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat suatu bangsa sehingga Demokrasi sendiri sangat penting bagi Negara Indonesia. Negara Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk terbanyak ketiga di dunia dengan ribuan pulau yang tersebar di seluruh Nusantara, sangat penting untuk menganut sistem Demokrasi di karenakan objek utama dari Demokrasi sendiri adalah rakyat.

Demokrasi sendiri tidak akan terlepas dari Pemilu (Pemilihan Umum) di karenakan Pemilu merupakan sebuah lembaga yang mencerminkan sebuah sistem pemerintahan Demokrasi. Pemilu yang diadakan setiap 5 tahun sekali merupakan sebuah proses pemilihan yang dimana peran rakyat sebagai kedaulatan tertinggi di suatu negara dapat terlihat dimana rakyat yang akan memilih dengan menggunakan hak suara yang dimiliki untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin dan wakil suara mereka di kursi pemerintahan, dengan harapan siapapun pemimpin yang terpilih di dalam pemilu tersebut dapat selalu amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil dari rakyat.

Akan tetapi, hanya permasalahan dalam pemilu dimana terdapat banyak kecurangan yang terjadi. Apa aja kecurangan yang terjadi pada pemilu? Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Kecurangan yang terjadi pada pemilu mulai terjadi saat kampanye terjadi dimana banyak para calon melakukan kampanye gelap untuk dapat memenangkan pemilu dengan cara merusak dan mempertanyakan reputasi dengan menimbulkan propaganda negatif untuk menjatuhkan lawan politik mereka. Ada lagi kecurangan yang terjadi pada saat pemilu dimana penyelenggara pemilu yang seharusnya menjadi pihak yang netral, adil, jujur dan tidak korup melakukan sebuah tindakan yang kecurangan yang di lakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab bersama para calon. Kecurangan tersebut terjadi di karenakan jiwa  kejujuran dalam masyarakat Indonesia yang masih rendah dikarenakan uang masih menjadi hal yang dianggap segalanya bagi masyarakat. Selain kecurangan yang terjadi pada saat pesta Demokrasi itu, terdapat juga tindakan golput yang di lakukan oleh sebagian rakyat  Negara Indonesia dengan alasan  yang beragam yang menjadi penghambat dalam penentuan calon pemimpin yang akan menjadi wakil para rakyat. Melihat pada saat pesta Demokrasi yang sangat mengkhawatirkan di perlukan sebuah perubahan dan perbaikan agar pesta demokrasi yang seharusnya bisa menjadi sebuah pesta perubahan dalam sistem pemerintahan bisa menjadi lebih adil dan berbudaya. Disinilah peran pemuda Indonesia untuk bertindak sebagai agent of change untuk bisa mewujudkan sebuah Demokrasi yang lebih berbudaya.

Bagaimana dengan pemuda Negara Indonesia? Sebagian dari mereka malah menjadi budak zaman, kenapa hal tersebut terjadi? Dikarenakan pemuda sekarang lebih mementingkan perkembangan zaman tanpa melihat keadaan politik negara nya mereka lebih mencintai Budaya barat dan terkesan tidak memperdulikan apa yang terjadi dengan negara sendiri. Mereka bahkan mencemooh dan menghina negara ini dan selalu mengkritisi bangsanya sendiri tanpa adanya sebuah perubahan yang di berikan oleh para pemuda tersebut yang dapat membuat Negara Indonesia menjadi lebih baik lagi. Pemuda sebagai agent of change memiliki peran penting dalam pelaksanaan dalam menciptakan Demokrasi yang lebih berbudaya. Pemuda Indonesia  dapat berperan menjadi pengawas dalam pelaksanaan pemilu yang ada di Indonesia agar tidak terjadi lagi kecurangan yang ada pada saat pemilu berlangsung. Para pemuda juga harus berperan dalam mensosialisasikan apa pentingnya untuk menggunakan hak pilihnya untuk perkembangan dan perubahan dalam sistem Pemerintahan agar tidak ada lagi masyarakat yang melakukan tindakan golput saat berlangsungnya pemilu. Hal tersebut harus di maksimalkan karena pemuda lebih bisa menjalin komunikasi antar sesama pemuda dan daftar pemilih kebanyakan dari kalangan pemuda seperti kita lihat pada saat kampanye pemuda lebih banyak di ikuti oleh mereka. Maka, disinilah pemuda Indonesia dapat membuat sebuahperubahan yang nyata sebagai agent of change agar pesta demokrasi yang berlangsung dapat lebih berbudaya.

Penghalang bagi para pemuda Indonesia ini untuk mewujudkan sebuah perubahan yang konkrit di dalam sebuah pelaksanaan pemilu agar dapat lebih berbudaya ialah mereka tidak mendapatkan tempat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik karena mereka tersingkir oleh para golongan tua yang berdalih lebih "berpengalaman". Disinilah hal yang tidak seharusnya terjadi di dalam sebuah negara Demokrasi yang seharusnya semua golongan tua maupun muda memiliki hak untuk berperan dan berkontribusi seperti yang diketahui bahwa dari 250 juta jiwa penduduk Negara Indonesia sebagian besar merupakan pemuda. Bagaimana sebuah perubahan akan terjadi jika para pemuda dengan segala ilmu dan inovasi yang dimiliki nya tidak mendapatkan tempat untuk berperan dalam demokrasi? Apakah para pemuda tidak boleh berperan? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang banyak di pertanyakan saat ini. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Disini lah para pemuda harus di berikan sebuah tempat untuk melakukan kontribusi dan berperan aktif agar sebuah perubahan dapat terwujud.

Selain itu, pemuda juga sebagai pondasi suatu bangsa yang menentukan nasib bangsa Indoneia. Jadi, bangsa ini bergantung pada pemudanya, sehingga pemerintah perlu menyisipkan wawasan kebangsaan untuk menciptakan generasi Pemuda Pancasila yang peduli bangsa.

Pemuda Pancasila sangat diperlukan dalam menyuksesan pembaruan demokrasi di Indonesia. Selain mereka mempunyai usia yang potensial, mereka juga memuat tujuan dan cita-cita bangsa yang berbasis pada Pancasila sehingga diperlukan ruang yang cukup. Dengan pemberian ruang demokrasi yang cukup untuk Pemuda Pncasila, pemilu dapat berjalan dengan maksimal dan demokrasi di Indonesia dapat menjadi demokrasi berbudaya yang terbarukan. Tentu saja jika demokrasi berjalan secara maksimal, kesejahteraan rakyat juga akan terlaksana secara maksimal.

*Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Fisip Untan
Bagikan:

OPINI

Komentar:

0 comments: