Lihat Iklan

Pemuda Mewujudkan Politik Bersih dalam Pemilu 2019

Bagikan:
Ilustrasi/Net
Oleh: Stefanny Valencia Halim*

Pemuda selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa. Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara psikis dan psikologis sedang berkembang pesat. Pemudalah penggerak roda demokrasi yang dimana selalu memegang peran sebagai pelopor, penggerak bahkan sebagai pengambil keputusan contohnya pemuda sebagai pelopor dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia saat itu. Srirangam Srinivas menulis, "Negara kita tidak berada di tangan politisi tua yang malas dan tukang korupsi, negara ini adalah milik kita, anak muda".

Kaum muda antara usia 18 hingga 25 tahun adalah masa depan negara ini dan sistem politiknya. Di dalam UU No 40 Tahun 2008 Pasal 17 ayat 3 yakni peran aktif pemuda sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan salah satunya adalah pendidikan politik dan demokratisasi. Maka pantaslah generasi muda memegang andil besar dalam dunia perpolitikan.

Lonceng pesta demokrasi akan segera dibunyikan. Pesta demokrasi akan selalu berkaitan erat dengan pemilu, karena pemilu merupakan tolak ukur dari keberhasilan demokrasi dalam sebuah negara demokrasi itu sendiri. Pemilihan umum akan selalu dikatakan sebagai pesta demokrasi karena disinilah semua rakyat dengan serentak menunjukkan kedaulatannya dengan memilih sesuai kehendak masing-masing individu. Tujuan dari demokrasi yang diterapkan adalah menciptakan keamanan dan ketertiban bersama dalam kehidupan bernegara.

Menuju pemilu 2019 berbagai problematika akan perpolitikkan di Indonesia menjadi trending topic, kampanye hitam salah satunya. Apa itu kampanye hitam? Kampanye hitam adalah sebuah upaya untuk merusak atau mempertanyakan reputasi seseorang, dengan mengeluarkan propaganda negatif. Tetapi secara umum yang disebut dengan kampanye hitam adalah menghina, memfitnah, mengadu domba, menghasut, atau menyebarkan berita bohong yang dilakukan oleh seorang calon/ sekelompok orang/ partai politik/ pendukung seorang calon, terhadap lawan mereka.

Kampanye hitam sendiri merupakan bentuk dari propaganda bersifat hitam, yaitu propaganda yang dilancarkan secara licik sebagai senjata taktis untuk menipu, penuh kepalsuan, tidak jujur, tidak mengenal etika dan cenderung berpikir sepihak.  Kampanye hitam terutama disosial media bukanlah hal asing bagi masyarakat Indonesia. 90% dari jumlah pemuda di Indonesia menggunakan sosial media, apa yang akan terjadi kelak jika kampanye hitam menjadi konsumsi para pemuda sehari-hari?

Kampanye hitam memiliki pesan tersirat tentang citra atau image seseorang yang biasa orang tersebut merupakan orang tinggi. Para pembuat kampanye hitam akan menggunakan citra buruk sebagai unsurnya untuk melawan para pesaingnya atau pihak yang dimusuhi baik politik atau ekonomi. Lalu bagaimana bentuknya? Bentuknya sebenarnya beragam namun yang sering ditemukan adalah labelisasi dan mengasosiasikan sikap dan perilaku buruk kepada sosok yang dimusuhi. Contoh kampanye hitam hingga saat ini terkait politik misalnya adalah SARA,isu rush money, duit bergambar logo PKI dsb.

Lantas apakah hal-hal negative seperti kampanye hitam akan mendarah daging setiap menjelang pemilu? Tidak bisakah pemilu serta politik bersih berjalan seiring globalisasi?

Banyak orang percaya bahwa pemuda tidak sepenuhnya memahami hal yang berhubungan dengan politik terutama hal-hal yang biasa disebut sebagai permainan kotor. Jika pemuda terjerat dalam aktivitas politik, mereka akan kehilangan arah dan tujuan. Ketakutan lain adalah bahwa politik didominasi oleh orang-orang setengah baya dan tua, jika pemuda juga memasuki arena, akan ada suasana persaingan antara generasi yang berbeda serta adanya kemungkinan kesenjangan generasi, kesalahpahaman dan bahkan penolakan satu kelompok usia dari orang-orang tua yang berpendapat bahwa orang-orang muda yang menjadi mahasiswa dan di ambang karir akan sangat menderita jika mereka berpartisipasi dalam politik.

Hal sederhana yang dapat dilakukan pemuda adalah ikut andil dalam pemilu yang bersih, yang dimana artinya pemilu tanpa kampanye hitam, hoax, politik uang maupun SARA. Politik bersih harus dibudayakan dalam setiap individu para pemuda. Pemuda harus memaknai arti dari demokrasi pancasila. Apa itu demokrasi serta apa itu pancasila maka politik bersih akan tertanam dalam diri masing-masing dari mereka. Pemuda sebagai agen dari perubahan harus dapat mengubah pola pikir para masyarakat tentang pentingnya berpolitik bersih dan mengamalkannya karena kita semua mengetahui bahwa pada era saat ini pemudalah yang memiliki edukasi baik dan semangat yang membara.

Pemuda yang baik akan menciptakan pemimpin yang baik pula. Dengan hal yang sederhana, seperti mengikuti pemilu, satu suara dari pemuda akan mengubah Negara kita. Bangkitlah para pemuda, dunia menunggumu.

*Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Universitas Tanjungpura Pontianak
Bagikan:

OPINI

Komentar:

0 comments:

close