Pemuda Adalah Harapan Bangsa

Bagikan:
Ilustrasi/Net
Oleh: Akmal Mahendra Gani*

Pemuda merupakan pilar dan harapan bangsa ini, tanpa adanya pemuda dan pemudi bangsa ini tidak akan menjadi bangsa yang besar dan dihormati oleh bangsa lainnya bahkan Soekarno pernah berkata “berikan aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”, itulah sebabnya peran pemuda sangat penting terhadap bangsa. Coba kita pikirkan ketika bangsa yang besar dan dihormati oleh bangsa lain ini suatu saat bangsa ini runtuh dan tak lagi menjadi bangsa yang dikagumi karena kebijaksanaannya dan tak dihormati lagi maka bangsa ini akan tertinggal cukup jauh, itu karena tidak adanya generasi penerus bangsa yang melanjutkan perjuangan agar bangsa ini menjadi bangsa yang maju. Peran ini sangat melekat sekali pada pemuda dan pemudi yang berjiwa semangat untuk menjunjung tinggi cita-cita bangsa ini, sehingga seorang tokoh pejuang bangsa pernah mengatakan bahwa bangsa ini akan besar apabila pemuda dan pemudinya mau menjunjung tinggi panji-panji dan jiwa nasionalisme untuk membela Negara ini.
       
Bangsa ini setiap setahun sekali selalu memperingati hari Nasional yaitu Sumpah Pemuda yang mana selalu diperingati pada 28 Oktober, karna ini suatu penghargaan yang harus kita lakukan sebagai tanda hormat atas jasa dan peran yang dilakukan oleh para pemuda kita pemuda Indonesia. 90 tahun yang lalu para pemuda Indonesia telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda, menetapkan tujuan nasional yakni “satu negara-Negara Indonesia, satu bangsa-bangsa Indonesia dan satu bahasa bahasa Indonesia”. Pada kongres Pemuda 28 Oktober 1928 untuk pertama kalinya pembacaan sumpah pemuda yang berbunyi seperti berikut:

Pertama : kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.

Kedoea : kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga : kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesi.

Sumpah pemuda merupakan satu dari sejumlah momentum sejarah bangsa ini yang terjadi Sembilan tahun yang lalu. Sumpah pemuda adalah bukti otentik bahwa tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia sudah terbentuk, dari Sumpah Pemuda mengatarkan kita meraih kemerdekaan 17 Agustus 1945.
       
Kongres Sumpah Pemuda dihadiri perwakilan pemuda dari segala penjuru daerah dan berbagai etnis seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi dan lain-lain. Bahkan diantara mereka ada juga pemuda Indonesia keturunan Tionghoa dan Arab. Singkatnya pemuda Indonesia saat itu sangat nasionalis dan memiliki semangat juang tinggi untuk memerdekakan Indonesia dari cengkraman penjajah.
       
Setelah 90 tahun berlalu bagaimanakah kondisi-kondisi pemuda Indonesia sekarang ini? Tentunya kita sudah banyak yang tahu dari telivisi maupun berita-berita di Koran maupun di artikel lainnya tentang pemuda Indonesia masa kini, ternyata sedikit demi sedikit jiwa persatuan dan semangat nasionalismenya saat ini sudah mulai runtuh, sungguh memprihatinkan banyak pemuda dikalangan mahasiswa maupun pelajar SMA melakukan hal-hal yang tidak terpuji dan menunjukan akhlak yang baik untuk bangsa ini ternyata malah terlibat dalam tawuran, kekerasan, pemerkosaan dan lain-lain. Bahkan bukan hanya itu banyak pemuda dan pemudi kita yang menggunakan barang-barang terlarang seperti narkoba dan minuman keras, sehingga tidak sedikit pemuda kita yang seharusnya menjunjung tinggi bangsa ini malah mendekam dijeruji negara sendiri. Sungguh sangat disayangkan sekali padahal pemuda adalah tonggak dan harapan bangsa. bahkan bukan cuma itu pemuda merupakan jantung bangsa yang mana keberhasilan dan kemajuan bangsa merupakan hasil dari para pemuda dan pemudi bangsa yang memiliki jiwa membangun dan semangat nasionalisme, karena siapa lagi yang akan melanjutkan tekad-tekad para pemuda terdahulu.
       
Bangsa Indonesia seperti tiada hentinya dilanda kasus-kasus moral pemuda-pemudi bangsa Indonesia. Penyakit ini lah yang dihadapi oleh bangsa kita karena generasi penerusnya moral dan ruhaniahnya mulai hilang dan rasa nasionalisme terhadap bangsa sudah mulai runtuh, inilah tugas dan peran bangsa kita untuk mengembalikan semangat nasionalisme para pemuda dan pemudi kita menjadi pemuda yang terpuji dan menjunjung tinggi cita-cita dan harapan bangsa.
       
Dari waktu ke waktu aksi brutal dan kriminal pemuda menghiasi Koran maupun televisi, sementara pejabat yang semestinya mengatasi persoalan masyarakat tak jarang melakukan perbuatan tak terpuji dan melanggar hokum. Betapa banyak kita saksikan anggota DPR, eksekutif maupun yudikatif merasakan “hotel prodeo”. Mereka yang tadinya diharapkan dapat dijadikan panutan malah menjadi badut politik.
       
Oleh karena itu kita para pemuda bangsa tidak boleh salah memilih pejabat dan pemerintah agar kedepannya bangsa kita lebih sejahtera dan maju. Diperkirakan bahwa dalam setiap pemilu, 30% dari total jumlah pemilih adalah kaum muda yang tak lain adalah kita para pemuda, demografi ini tentunya sangat signifikan dan partisipasi kita sebagai pemuda akan sangat berpengaruh dalam menentukan hasil pemilu. Karena jumlah mereka yang sangat signifikan, para pemuda harus menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab atas pilihannnya. Semua ini demi tercapainya pemilu yang berkulitas dan memastikan calon yang terkuatlah yang terpilih. Kita sebagai pemuda juga harus mengurangi sikap apatis atau yang biasanya kita sebut “golput” karna suara yang kita ajukan merupakan masa depan bangsa itu sendiri, karna itu pemuda jaman sekarang harus menjadi pemuda yang cerdas dan menjunjung tinggi sikap nasionalisme.

*Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Universitas Tanjungpura Pontianak
Bagikan:

OPINI

Komentar:

0 comments: