Lihat Iklan

Patung Soekarno Akan Dipajang Di Meksiko

Bagikan:

Meksiko -  Presiden RI pertama, Ir Soekarno tidak hanya menjadi tokoh yang dihormati oleh warga Indonesia saja, namun sosoknya juga dikenal di seluruh negara di penjuru dunia.

Bahkan rencananya, sebagai lambang penghormatan kepada Bung Karno, patung bapak proklamator RI tersebut akan berdiri megah di sebuah negara Amerika Latin yaitu Meksiko.


Patung yang akan didirikan tersebut, merupakan patung yang dibuat melalui lomba yang diikuti oleh para pematung dari Meksiko dan dinilai langsung oleh juri dari Indonesia.

Kompetisi pembuatan patung Soekarno sendiri diikuti oleh sepuluh seniman asal meksiko dengan mengambil dua seniman sebagai pemenangnya.

"Harusnya kita bangga, mereka (Meksiko) ingin mengabadikan ini (Soekarno), walaupun mungkin banyak di Indonesia yang bisa mebuat seni ini, tapi kita menghargai semangat mereka," ujar seniman patung, Yusman, yang didaulat untuk menjadi juri pembuatan patung Soekarno di Meksiko, saat ditemui di Studio Patungnya, Senin (19/2/2018).

Patung yang menggambarkan Bung Karno sedang memberikan pidato sembari menunjuk ke langit tersebut, nantinya akan berdiri di salah satu taman di Mexico City dengan tinggi lebih kurang 2,6 meter.

"Ada dua seniman patung asal Meksiko sebagai pemenang lomba yang nantinya akan membuat patung Soekarno tersebut secara utuh," lanjut Yusman.

Nantinya patung Soekarno akan menyusul beberapa patung tokoh dunia lainnya yang sudah ada di Meksiko, seperti Mahatma Gandhi Abraham Lincoln dan Martin Luther King.

"Nanti masing-masing patung presiden itu memiliki tamannya sendiri, itulah yang perlu diapresiasi karena mereka mau menghargai sejarah bangsa kita," cetusnya.

Dengan adanya patung tersebut, nantinya akan semakin menegaskan sosok Soekarno sebagai tokoh yang patut diperhitungkan namanya dimata dunia, sebab tidak sembarang tokoh yang dapat dibuat patungnya, dan berdiri di negara orang lain dengan megahnya. (tribunpontianak)


Bagikan:

BERITA

BUDAYA

INTERNASIONAL

NASIONAL

VIRAL

Komentar:

0 comments:

close