Nama LPM Warta IAIN Pontianak Dicatut?

Bagikan:

Pontianak - Kegiatan Sosialisasi Penggunaan Bahasa Indonesia untuk Media Massa yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimanatan Barat berjalan lancar, Sabtu (24/2).

Menghadirkan peserta dari berbagai media cetak dan daring membuat sosialisasi lebih seru dan menarik.

Sedikitnya 40 peserta hadir pada kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Bahasa di Jalan Ahmad Yani Pontianak tersebut.

Hanya saja, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Warta IAIN Pontianak merasa namanya dicatut, karena ada dua peserta berinisial L dan SR yang mengisi daftar hadir dengan menggunakan identitas LPM Warta.

Hal ini pertama kali diketahui oleh Sukardi, mantan pemimpin redaksi (pimred) 2015-2016 LPM Warta yang juga menjadi peserta dalam kegiatan teesebut

"Saya kan kalau anak LPM Warta lumayan kenal lah, makanya saya tanya panitia. Ternyata memang bukan dan panitia sudah minta maaf," ungkapnya.

Usai kegiatan, Bagus dan Aris yang merupakan anggota LPM Warta yang juga menjadi peserta sosialisasi langsung meminta penjelasan dari L.

"Saya kan ingin ikut kegiatan ini, terus panitia tanya saya dari media mana dan saya jawab tidak ada. Lalu saya ditanya tentang media di kampus, LPM Warta lah yang saya tahu," jelasnya.

Dari sumber lain jurnalistiwa.online mendapatkan informasi bahwa L merupakan mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan-kegiatan Balai Bahasa sebelumnya.

L yang merupakan mahasiswa FTIK IAIN Pontianak mengaku bukan anggota LPM Warta dan dia tidak menyangka bahwa hal tersebut menjadi permasalahan.

Mengetahui hal tersebut, Imam Maksum, ketua LPM Warta IAIN Pontianak sangat menyayangkan.

"Ya merasa sangat kecewa lah terhadap pihak yang mengatasnamakan Warta, padahal bukan anggota Warta," tulisnya kepada jurnalistiwa.online via Whatsapp.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi LPM Warta telah membuat klarifikasi melalui medianya.
Bagikan:

HUKUM KRIMINAL

KALBAR

PERISTIWA

POLITIK

PONTIANAK

Komentar:

3 comments:

  1. Mantap, semoga tidak ada lagi yang mengulang hal serupa.

    ReplyDelete
  2. Mungkin untuk kedepannya dari pihak panitia bisa memberikan undangan kepada para peserta mewakili lembaga atau perwakilan komunitasnya agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali nanti.

    ReplyDelete

close